2 LSM Bentrok Saat Demo Proyek Pembangunan Venue PON di Pangandaran

2 LSM Bentrok Saat Demo Proyek Pembangunan Venue PON di Pangandaran

Masnurdiansyah - detikNews
Kamis, 11 Agu 2016 20:02 WIB
2 LSM Bentrok Saat Demo Proyek Pembangunan Venue PON di Pangandaran
Foto: Demo di Pangandaran/ Masnurdiansyah/detikcom
Jakarta - Dua LSM terlibat bentrok di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat saat sedang melakukan aksi unjurk rasa di depan kantor gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Kamis (11/8/2016) pagi tadi. Unjuk rasa tersebut berkaitan dengan penyelengaraan PON ke 19 yang dituding adanya oknum pejabat yang bermain dalam proyek pembangunan venue PON di Kabupaten Pangandaran.

Dikatakan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus kedua LSM yang terlibat bentrok berasal dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Forum Bela Pangandaran. Aksi demo ini dilakukan oleh pihak GMBI. Mereka menilai adanya temuan dugaan pelanggaran hukum, tentang proses lelang pekerjaan dalam pembangunan venue PON tahun 2016.

"Mereka demo ke kantor DPRD Kabupaten Pangandaran terkait dengan venue PON nanti dan mereka meminta audiensi. Namun demo ini ada tandingannya gitu dari kelompok lain," jelasnya saat dihubungi detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

GMBI datang dengan jumlah masa sekitar 200 orang. Mereka meminta audiensi dengan Bupati Pangandaran dan pimpinan dan anggota DPRD setempat, yang diwakili oleh lima orang dari pihak GMBI.

Yusri mengatakan, mereka menuntut kepada pemerintah jika dalam proses lelang yang berhubungan dengan pelaksanaan PON menyebutkan adanya oknum dari pejabat setempat yang berkepentingan. Perwakilan juga turut mendesak agar dipertemukan dengan pokja PPK dan Kadis PU, dan meminta dokumen pemenang lelang yang berhubungan dengan pelaksanaan PON.

"Namun dalam bentrok tersebut sebetulnya ada kesalahan pahaman saja, dengan LSM yang pro dengan Bupati, karena LSM ini menolak adanya kelompok masa dari GMBI yang diluar daerah," lanjutnya.

Yusri melanjutkan, dalam audiensi tersebut bupati menyayangkan adanya masa pendemo yang datang dari luar daerah. Hal tersebut dinilai bupati dapat memicu serta memancing emosional warga asli Pangandaran.

Ia menyebut, Forum Bela Pangandaran yang pro terhadap pihak pemerintah dengan jumlah sekitar 1.500 orang, merasa dilecehkan akibat adanya kelompok yang datang dari luar tapi melakukan aksi demo di Kabupaten Pangandaran. Hal tersebut memicu gesekan antar kedua belah pihak. Aksi dorong-dorongan di luar pagar Gedung DPRD pun terjadi disertai dengan aksi saling lempar.

Demo di Pangandaran


"satu kendaraan Toyota Avanza Hitam dengan stiker GMBI Nopol D 36 MBI rusak pada spion patah dan atap mobil penyok. Suzuki Ertiga Putih bodi penyok dan kaca belakang pecah, dan mobil colt bak kaca bagian depannya pecah. Terus yang luka tidak ada, yang ditahan juga tidak ada," ungkap Yusri.

Pihak kepolisian dari Polres Ciamis dibantu oleh Sat Brimob Polda Jabar langsung mengambil tindakan untuk melerai aksi gesekan tersebut. Yusri menambahkan Pihaknya langsung mengamankan kedua kelompok untuk meredam situasi agar kembali aman.

"Mereka dipulangkan setelah membuat perjanjian damai, dan sekarang sudah kondusif kembali," pungkasnya. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads