"Ya ya namanya anak-anak ya. Apa yang diomongkan apa yang dia pikirkan. Yang ada di hatinya," kata Risma disusul tawanya saat dikonfirmasi wartawan.
Bagi Risma melihat luapan emosi anak-anak merupakan hal yang wajar. Ia bercerita tentang pertemuannya dengan anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita Risma digandoli pelajar perempuan itu berawal usai Risma yang disambut dengan gembira. Para murid meneriakkan yel yel "Bu Risma...Bu Risma".
Setelah beberapa saat menemui siswa, Risma pun berpamitan. Nah, saat itu ada tiga siswa yang menyalami Risma menangis tersedu-sedu.
Mereka meminta Risma tidak meninggalkan Kota Surabaya dengan mengikuti Pilgub DKI Jakarta.
"Ibu jangan ke Jakarta, ibu pokoknya nggak boleh ke Jakarta," kata Emelia Ilmi, salah satu siswi kelas 5 tersedu di hadapan Risma.
Risma berusaha menenangkan siswi yang terisak itu. "Nggak boleh nangis, ndak ndak. Nggak ada yang ke Jakarta. Siapa yang ke Jakarta, nggak ada yang ke Jakarta. Ayo bergembira, ayo cup cup," kata siswi biasa disapa Imel yang tinggal di Griya Surabaya Asri ini.
Setelah mendapat kepastian jawaban dari Risma, Imel pun sedikit tenang. "Ibu janji ya nggak ke Jakarta. Di sini ae," katanya.
Sepeninggal Risma, Imel mengaku senang Risma. "Bu Risma orangnya baik, Bu Risma orangnya baik," ungkap Imel. (gik/trw)










































