PKB Minta PDIP Serius Dukung Risma untuk Pilgub DKI 2017

PKB Minta PDIP Serius Dukung Risma untuk Pilgub DKI 2017

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Kamis, 11 Agu 2016 10:33 WIB
PKB Minta PDIP Serius Dukung Risma untuk Pilgub DKI 2017
7 Parpol Bentuk 'Koalisi Kekeluargaan' untuk Pilgub DKI (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai keputusan Dewan Pimpinan Daerah PKB DKI Jakarta untuk bergabung dengan Koalisi Kekeluargaan sebagai keputusan positif. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Daniel Johan mengatakan pihaknya masih menunggu keseriusan PDI Perjuangan dalam mengusung Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai bakal cagub DKI.

"Kalau dari PKB kami menunggu keseriusan PDIP untuk mencalonkan Risma," kata Daniel saat dihubungi, Kamis (11/8/2016).

Ketika ditanya soal kemungkinan Risma yang tidak diusung PDIP, Daniel mengungkapkan masih ada kader lain yang potensial didukung, baik dari internal PKB atau bukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, koalisi kekeluargaan memiliki potensi untuk pecah jika PDIP memutuskan hal yang tidak disepakati oleh 6 partai lainnya. PKB, kata dia, masih menunggu hingga detik-detik terakhir ditutupnya pendaftaran calon gubernur DKI Jakarta.

Namun, Ia membantah pernyataan Politisi Partai Golkar Nusron Wahid yang memperkirakan bahwa Koalisi Kekeluargaan tak akan bertahan lama karena dibentuk hanya berlandaskan emosi sesaat.

"Ini bukan emosi. ini kehendak bersama, kalau kehendak bersama benar. Tapi kalau nanti akhirnya ini pecah juga bisa terjadi kalau PDIP sampai minggu terakhir sebelum jadwal pendaftaran belum ada kesepakatan. Artinya partai lain tidak akan menunggu PDIP," paparnya.

Tujuh partai politik telah membuat kesepakatan terkait Pilkada DKI Jakarta 2017 pada Senin (8/8/2016) kemarin. Mereka menyepakati untuk membentuk "Koalisi Kekeluargaan".

Tujuh partai politik itu adalah PDI-P, Gerindra, PKS, PPP, Demokrat, PKB dan PAN. Koalisi itu diakui didasari oleh persamaan persepsi terkait pemimpin Jakarta di masa mendatang dan sepakat tak lagi mendukung bakal calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Tidak bicara orang per orang tapi kami berhasil formulasikan kriteria, seperti apa pemimpin Jakarta yang akan diperjuangakan untuk dipilih warga Jakarta," kata Plt Ketua DPD PDI-P Bambang DH di Jakarta. (wsn/erd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads