Namun menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerindra Fadli Zon kesepakatan membentuk Koalisi Kekeluargaan itu belum final. Keputusan berkoalisi, kata Fadli, ada di pimpinan tingkat pusat. Sementara pimpinan daerah hanya menjajaki semua peluang koalisi.
"Itu inisiatif dari parpol di Jakarta, saya kira itu inisiatif yang bagus-bagus saja. Namanya sedang menjajaki, semua kemungkinan harus dijajaki. Koalisi Kekluargaan saya kira bagus, tentu saja itu belum final. Finalnya kan bukan di tingkat DKI tapi di pusat," kata Fadli di sela keterangan pers Jakarta Melayu Festival (JMF) di Warung Pempek Kita di jalan Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2016).
"Keputusan final itu ketika parpol yang bersangkutan mencalonkan paket atau kandidat siapa yang diusung," tambah Fadli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena tak bisa mengusung calon sendiri, Gerindra harus menjalin koalisi dengan partai lain. Selama belum menetapkan pasangan bacagub dan bacawagub, kata Fadli, Gerindra masih membuka peluang koalisi dengan parpol lain.
"Masih ada waktu dan terus berproses. Dari pihak Gerindra kami akan mencalonkan saudara Sandiaga. Namun karena kami tidak bisa mengusung sendiri kami harus rangkul parpol lain, berjuang bersama-sama. Masih terbuka koalisi dengan siapa saja.
Kita tunggu komunikasi politik di tingkat pusat," kata Fadli yang juga Wakil Ketua DPR RI ini. (erd/erd)
