"Munafik, asli Ahok munafik kalau enggak mau cuti. Munafik abis, dulu dia yang protes," ungkap Dewan Syura Majelis Pelayan Jakarta (MPJ), KH Bachtiar Nasir usai diskusi tentang Pilgub DKI di Gedung Joang 45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).
Ahok saat ini tengah mengajukan judical review ke Mahkamah Konstitusi (MK) menggugat pasal 'wajib cuti' bagi petahana. Pada UU Pilkada baru, petahana diharuskan cuti selama masa kampanye yang waktunya hampir empat bulan lamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MPJ yang memberikan dukungan untuk Sandiaga Uno juga menyoroti komentar Ahok tentang Koalisi Kekeluargaan. Ahok menuding tujuh partai bergabung di wadah Koalisi Kekeluargaan untuk bagi-bagi kekuasaan terkait anggaran dan jabatan.
"Kalau kita bicara politik, misalnya 7 (partai). Jabatan yang diperlukan itu gubernur, wagub, dan 5 wali kota/bupati. Tambah lagi sekda. Ya mereka secara politik salah kalau begitu?" tuturnya.
Sebagai kandidat cagub incumbent, Ahok pun disebut Bachtiar sama-sama mengejar jabatan sebagai DKI 1. Itu menurutnya tak berbeda dengan orang yang tengah mengejar kekuasaan.
"Terus Ahok mau menang, bukannya itu mau jabatan juga? Dia juga maju mau jabatan juga kan, jadi enggak ada yang salahlah kalau dituduh begitu," kata Bachtiar.
Seperti diketahui, saat Pilgub 2012, Ahok berpasangan dengan Joko Widodo. Kala itu ia meminta cagub incumbent Fauzi Bowo mengambil cuti kampanye. Alasannya, Ahok tak ingin ada cagub yang menggunakan fasilitas negara.
"Kita tidak takut. Kita hanya ingin menjadikan Jakarta sebagai contoh, dimana para calon gubernurnya taat aturan, yang incumbent saat kampanye dalam mengambil cuti," ujar Ahok usai diskusi publik debat cagub di Universitas Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012) silam. (elz/van)











































