Hal tersebut diungkapan Bachtiar dalam diskusi 'Tolak Ahok, Tolak Pemimpin Kafir?' di Gedung Joang 45, Menteng, Jakpus. Dalam diskusi tersebut juga hadir mantan Wagub DKI 2007-2012 Prijanto dan Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rokhmat S Labib.
"Pola kepemimpinan dia di Jakarta sangat bertentangan dengan PDIP. Semoga Bu Mega tidak memilih dialah. Kan PDIP partai wong cilik," ujar Bachtiar dalam diskusi tersebut, Rabu (10/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat Muara Baru, Luar Batang sampai Marunda akibat dana reklamasi dari pengembang, mereka yang paling dirugikan. Mereka terpaksa untuk melawan. Yang dilakukan Ahok di Jakarta Utara, tanah-tanah yang bersertifikat dijadikan lahan publik, padahal itu sebenarnya untuk kepentingan asing," ujar Bachtiar
"Ini sudah diduga sejak awal keliatannya akan berhadapan dengan negara. Apalagi uang Rp 5 triliun sudah dipendam di tempat ilegal itu (pulau reklamasi). Aneh negara kepulauan kok bikin pulau," sindirnya.
Beberapa sindirian lain pun dilayangkan oleh Bachtiar kepada Ahok. Mulai dari larangan Ahok untuk qurban di ruang terbuka, larangan soal takbiran menjelang Idul Fitri. Masalah Ahok yang menolak cuti saat masa kampanye Cagub pun tidak luput dari sindirannya.
"Tahun 2012 dia teriak-teriak incumbent harus cuti, sekarang tahun 2016 dia teriak-teriak incumbent boleh dong tetap kerja. Tampak sekali inkonsistennya," imbuh Bachtiar (van/van)










































