"Yang ingin saya sampaikan ada kegamangan untuk incumbent naik lagi," kata eks Wagub DKI Prijanto dalam acara diskusi tentang Pilgub DKI di Gedung Joang 45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).
Prijanto mengurukan dalam waktu dekat akan ada rumah rakyat untuk pemimpin beradab. Tujuannya untuk mencari pemimpin yang jujur, bersih, tegas, cerdas, dan beradab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prijanto yang pernah jadi Wagub DKI mendampingi Fauzi Bowo (Foke) ini menuturkan sebagian warga Jakarta tak peduli dengan lima kriteria itu. "Tapi sembako, berarti orientasi cuma perut," katanya.
"Saya pernah tanya orang, apa incumbent jujur? Jujur itu kata dan perbuatan. Bilang nggak, pas ditunjukkan bukti baru jujur. Bersih, yang paling penting adalah antikorupsi. Sumber waras? Itu jelas. Kalo ada kelompok pendukung bila Ahok punya pemikiran mulia mau bikin RS jantung dan cancer. Cara beli tanahnya nggak mulia tapi merampok," kata Prijanto.
"Kepala Dinas Kesehatan DKI sudah kirim nota dinas ke Gubernur, pak untuk RS jantung sudah ada di Sunter, cancer ada di Jakpus. Tapi DKI punya tanah dan uang Rp 755 miliar untuk beli tanah Sumber Waras yang dua tahun lagi bakal dikuasai. Itu mulia nggak? Nggak," lanjutnya, dan Prijanto pun terus bicara persoalan itu panjang lebar.
Menutup diskusi ini, Prihanto memaparkan sejumlah kesalahan Ahok dan lagi-lagi menyinggung Sumber Waras. "Sumber Waras itu ada kerugian negara, tinggal tunggu waktu," pungkasnya. (van/trw)











































