Menko Polhukam Wiranto dalam sambutannya mengatakan gelaran pertemuan ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam melawan terorisme yang terus menjadi ancaman bagi dunia.
"Pertemuan sepakat menyatakan terorisme lintas batas telah menjadi fenomena baru dan ancaman global yang sangat serius yang harus diatasi bersama," ujar Wiranto di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Rabu (10/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 140 peserta perwakilan dari 23 negara dan organisasi internasional yaitu ASEAN, INTERPOL dan PBB yang membahas upaya untuk meningkatkan kemampuan bersama dalam mencegah terorisme, khususnya dalam mengatasi pergerakan teroris.
Hal ini meliputi pertukaran pandangan dan berbagi informasi intelijen, pembelajaran bersama, dan juga contoh praktik terbaik dalam menangani terorisme, termasuk soal informasi pendanaan terorisme, penyelundupan senjata, kontra radikalisasi dan deradikalisasi.
"Perlunya penguatan pengamanan perbatasan, deradikalisasi, kemitraan antar negara dan pemerintahan," sebut Wiranto.
Selain itu pertemuan yang dibuka pagi tadi juga membahas munculnya Foreign Terrorist Fighters (FTF) yakni pejuang terorisme asing serta penyalahgunaan informasi teknologi dalam menyebarkan paham ekstrim dan radikal.
Sejumlah pejabat yang hadir yakni Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf, Jaksa Agung M Prasetyo. Tampak pula Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. (fdn/hri)










































