Acara digelar di Aula Polda Bali, Rabu (10/8/2016), selain Kapolri, hadir juga Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto dan staf ahli Kapolri Irjen Arief Sulistyanto.
Diskusi berlangsung dalam suasana akrab dan cair. Masyarakat menyampaikan uneg-unegnya ke Jenderal Tito. Masyarakat menyampaikan masukannya agar dilakukan penertiban di bidang Keimigrasian. Hal ini terkait banyaknya turis dari China dan mereka menjadi pedagang asongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal Tito juga menyampaikan perlunya antisipasi bersama peredaran narkoba dan fenomena munculnya geng motor agar tidak mengganggu ketentraman Bali.
Dalam kesempatan itu ada juga elemen masyarakat yang mengeluhkan tidak adanya dukungan dana operasional kegiatan FKUB. Padahal perannya sangat penting dalam membina kerukunan umat dan mencegah terjadinya konflik. Jenderal Tito diharapkan bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk bantuan tersebut.
Berbagai saran dan kritik tersebut akan dijadikan masukan oleh Jenderal Tito untuk ditindaklanjuti sesuai proporsinya baik oleh kepolisian sendiri maupun dikoordinasikan dengan instansi lain yang berkompeten.
Para tokoh masyarakat Bali juga menyampaikan dukungannya ke Kapolri untuk melakukan reformasi Polri karena saat ini saat yang paling tepat dan agar tidak kehilangan momentum. Karena masyarakat sangat mendambakan Polisi yang profesional, humanis dan bermartabat. (dra/dra)











































