Sidang Kasus Pembunuhan Mirna

Ahli IT Perlihatkan CCTV dari Depan dan Belakang, Pastikan Tidak Ada Editing

Rina Atriana - detikNews
Rabu, 10 Agu 2016 14:38 WIB
Saksi ahli digital forensik Polri AKBP M Nuh Al Azhar (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Saksi ahli digital forensik Polri AKBP M Nuh Al Azhar memperlihatkan CCTV dari sisi depan dan belakang. Nuh memastikan tidak ada editing di CCTV tersebut.

"Tidak ada editing, benar adanya. Dalam artian (tidak) mengubah sesuatu," ujar Nuh dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Rabu (10/8/2016). Nuh mengatakan itu saat ditanya jaksa.

Jaksa sempat bertanya apakah CCTV dari depan dan belakang, dapat diputar bersamaan dengan jam yang sama. Menurut Nuh, CCTV tidak dapat diputar bersamaan sebab akan rusak karena pihaknya membuat gambar menjadi ukuran yang sangat besar.

"Akan hang kalau diputar bersamaan. Kita buat sekian ratus giga byte dan paling kita lakukan capture. Kalau mau zooming dia tidak mampu," ucap Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri ini.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa memperlihatkan CCTV yang tidak terlalu jelas. Namun dari saksi ahli digital forensik inilah, CCTV dapat diketahui dengan jelas dengan teknik memperbesar dan memperkecil.

Dari sinilah diketahui tindakan Jessica yang mengubah tempat duduk dari terlihat CCTV menjadi sejajar dengan CCTV dan terhalang pohon. Kemudian Jessica mengubah satu paper bag menjadi sejajar dengan kedua paper bag lainnya. Terlihat juga tindakan Jessica saat kedua tangannya masuk ke dalam tas dan kemudian tangan kanannya meletakkan sesuatu di atas meja. (nwy/trw)