Busyro: Sumber Terorisme adalah Keterbatasan Akses Ekonomi dan Uang

Busyro: Sumber Terorisme adalah Keterbatasan Akses Ekonomi dan Uang

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 10 Agu 2016 14:23 WIB
Busyro: Sumber Terorisme adalah Keterbatasan Akses Ekonomi dan Uang
Foto: Agung Pambudhy
Pangkalpinang - Tokoh senior Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengatakan, umat Islam harus bersatu memberantas terorisme. Ia menegaskan, terorisme bukanlah bagian dari Islam, dan Islam bukanlah sumber terorisme.

"Kalau saya boleh mengutip pimpinan gereja, Paus Fransiskus, dia mengatakan bahwa sumber terorisme di dunia ini bukanlah Islam," kata Busyro dalam acara peresmian gedung rektorat dan SD-STKIP Muhammadiyah Babel, Jl Ahmad Dahlan, Bangka Tengah, Babel, Rabu (10/8/2016).

Menurut Busyro yang mengutip ucapan Paus, penyebab munculnya terorisme adalah hilangnya kesempatan anak muda untuk memperoleh akses ekonomi. Kemudian penyebab lainnya adalah diberhalakannya uang dengan cara yang menimbulkan kecemburuan sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan yang jadi korban adalah umat Islam," kata pria yang juga mantan pimpinan KPK ini.

Oleh karena itu, menurut Busyro, pendidikan harus dioptimalkan. Tak hanya untuk kalangan Muhammadiyah saja, pendidikan di Indonesia harus saling bersinergi dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Suasana peresmian STKIP Muhammadiyah Pangkalpinang (Foto: Nur Khafifah/detikcom)

"Kemampuan memadukan ruh iman, jiwa dan etika dengan kapasitas ilmu amaliah. Ilmu amaliah yakni ilmu yang diamalkan, bukan ilmu yang dimonopoli untuk membuat program ilmiah pesanan yang tidak ada manfaat untuk masyarakat Indonesia tapi untuk kelompok kecil saja," urainya.

Sayangnya kata Busyro, yang terjadi di Indonesia saat ini lebih banyak pemanfaatan ilmu untuk kelompok tertentu. Seperti penambangan sumber daya alam yang banyak yang dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya. Bahkan hal itu dikuatkan hingga menjadi Peraturan Daerah.

"Kepandaian melobi diikuti praktik suap bisa melahirkan Perda kongkalikong yang kemudian melahirkan aturan yang sistemik, struktural dan merata," ujarnya.

Oleh karena itu, sebagai kampus yang tergolong baru, ia menekankan agar STKIP Muhammadiyah Babel betul-betul memanfaatkan ilmu dengan bijak. Apalagi STKIP adalah sekolah yang menelurkan guru-guru, yang ke depannya akan mendidik anak-anak penerus bangsa. (kff/trw)


Berita Terkait