Ahok ditemani Presiden Jokowi ke kediaman Megawati pada Kamis (28/7/2016) malam. Sebenarnya Jokowi mengajak Ahok untuk menjemput Mega untuk menghadiri acara Rapimnas Golkar yang bakal jadi ajang deklarasi partai beringin mencapreskan Jokowi di Pilpres 2019.
Namun kabarnya ada pertemuan antara Mega, Jokowi dan Ahok di kediaman itu. Percakapan berlanjut ke perjalanan menuju lokasi Rapimnas Golkar di Istora Senayan, ketiganya berangkat bersama menggunakan mobil VW Caravelle warna hitam. Nah di dalam mobil ini kabarnya Mega sempat bersedia mengusung jika Ahok menjadi kader PDIP, jadi majunya Ahok ke Pilgub DKI dengan status petugas partai. Konon Ahok langsung menolak tawaran itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya isu ini terkonfirmasi karena Ahok yang seolah tak bisa lama menyimpan 'rahasia'. Ahok akhirnya bicara dirinya sempat diminta jadi kader dan petugas partai dan dirinya menolak.
"Terus hari ini orang minta saya, 'Kalau mesti dicalonkan mesti masuk partai saya.' Saya bilang, 'Enggak bisa.'," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Ahok kemudian bicara selama ini dirinya tak pernah mau diatur partai. Dia menegaskan seorang Ahok tak pernah bisa diatur oleh partai manapun.
"Pernah enggak dalam sejarah politik, partai mengatur saya?" kata Ahok.
Apakah apa yang diungkap Ahok itu yang membuat PDIP akhirnya memilih mencari cagub alternatif untuk Pilgub DKI ketimbang ikut mengusung Ahok yang menempatkan dirinya sebagai CEO yang tak bisa diatur partai? (dnu/van)











































