Wapres JK Diundang Buka Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

Wapres JK Diundang Buka Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

Ferdinan - detikNews
Selasa, 09 Agu 2016 16:50 WIB
Wapres JK Diundang Buka Muktamar Nasyiatul Aisyiyah
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Rady Jancole/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah Norma Sari mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri Muktamar ke-13 Nasyiatul Aisyiyah. Muktamar akan digelar pada tanggal 26 Agustus 2016 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

"Kami menyampaikan kepada Beliau untuk berkenan hadir dan membuka acara tersebut serta memberikan pesan-pesan yang penting dan khusus kepada seluruh kader pimpinan kami yang akan hadir sekitar 1.000 orang," ujar Norma Sari usai bertemu Wapres JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2016).

Norma Sari mengatakan, muktamar organisasi otonom Muhammadiyah ini akan mengambil tema gerakan perempuan muda berkemajuan untuk kemandirian bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi untuk kemandirian bangsa itu syaratnya adalah perempuan muda yang berkemajuan yang intelektualitas moral dan spiritualnya mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap peradaban," imbuhnya.

Norma Sari juga menyampaikan apresiasi kepada Wapres JK karena memberikan perhatian besar terhadap isu-isu perempuan dan anak. Kebijakan-kebijakan pemerintah sambungnya akan diseleraskan dengan organisasi ini.

"Organisasi kami adalah organisasi ramah perempuan dan anak sehingga apa yang Beliau sampaikan apa yang menjadi kebijakan Beliau sebagai wapres tentu bisa kami selaraskan dengan program-program yang ada di kami," imbuhnya.

JK dalam pertemuan, berpesan agar Nasyiatul Aisyiyah mengambil peran membangun generasi perempuan muda. Ini dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan bidang keagamaan, kemasyarakatan dan keputrian.

"Beliau tadi berpesan bahwa isu kemandirian bangsa memang harus diambil posisinya secara strategis oleh generasi muda salah satunya adalah generasi kami Nasyiatul Aisyiyah, terutama melalui institusi pendidikan yang kami galakkan baik itu melalui pendidikan anak usia dini, sampai pendidikan untuk kesiapan berkeluarga. Bukan hanya membangun keluarganya tetapi juga ekonominya," imbuh Norma.

Dalam wawancara, Nasyiatul Aisyiyah juga menanggapi gagasan program sekolah sehari penuh (full day school). Bagi Nasyiatul Aisyiyah, program tersebut dimaksudkan membuat sekolah ramah terhadap murid didik.

"Itu artinya perempuan bisa sedikit terkurangi bebannya dengan kemudian ada beberapa waktu yang masih diperpanjang untuk diperpanjang waktunya di sekolah, tetapi prasyaratnya adalah sekolah tersebut ramah anak," imbuhnya.

Namun, Kemendikbud diharapkan menyiapkan infrastruktur dan kurikulum yang diselaraskan dengan tujuan gagasan full day school untuk menanamkan karakter bangsa pada murid didik. "Kurikulumnya juga diselaraskan agar ini bukan merupakan beban tambahan untuk aspek kognitif tapi kemudian tumbuh kembang anak bisa lebih optimal. Intinya sebenarnya kami mendukungnya di situ," ujar Norma. (fdn/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini