Lima Orang Teroris Kelompok KGR Jadi Tersangka, Bahrun Naim Diburu

Lima Orang Teroris Kelompok KGR Jadi Tersangka, Bahrun Naim Diburu

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 09 Agu 2016 16:33 WIB
Lima Orang Teroris Kelompok KGR Jadi Tersangka, Bahrun Naim Diburu
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Lima orang dari kelompok Katibah Gigih Rahmat (KGR) yang ditangkap di Batam resmi menyandang status tersangka kasus terorisme. Mereka diduga terlibat aksi bom di Thamrin, Bekasi dan Batam.

"Sudah (ditetapkan menjadi tersangka). Begini dalam waktu 7 kali 24 jam itu, orang dipastikan jadi tersangka. Kalau yang satu ini sudah dipulangkan berarti tidak layak jadi tersangka. Kalau dia nggak pulang berarti tersangka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2016).

Menurut Boy, penahanan para tersangka dilakukan setelah pemeriksaan. "Penahanannya nanti setelah 7 x 24 jam. Jadi ada masa penahanan. Sebelumnya ada masa penangkapan, dalam masa penangkapan itu orang sudah bisa ditetapkan jadi tersangka atau tidak. Kalau dia tidak jadi tersangka dipulangkan ke orang tua atau keluarganya," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boy menjelaskan lima tersangka itu memiliki kaitan dengan kelompok teroris Nur Rohman. "Penjelasan dari orang-orang yang yang ditangkap adalah alat bukti yakni saksi. Kemudian alat bukti pendukung dokumen elektronik itu, dan juga kejahatan yang dilakukan memberikan perbantuan kepada kelompok Uighur di Poso itu penjelasan yang bisa dijadikan alat bukti. Dari keterangan saksi yang bisa memberatkan dia bahwa dia ternyata kegiatannya seperti itu," imbuhnya.

Boy menambahkan kelompok teroris Gigih Rahmat Dewa diduga memiliki kaitan dengan otak pelaku bom Thamrin. Komunikasi yang mereka lakukan melalui media sosial Facebook.

"Sudah pasti terkait Thamrin, Bekasi dan juga yang Batam. Iya antara lain iya (komunikasi lewat Facebook). Sementara ini tidak menggunakan yang lain hanya itu saja," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai keberadaan Bahrun Naim, Boy mengaku pihaknya terus memburunya. "Kita lagi kerja sama internasional, tidak bisa diomongin entah di mana dia berada," kata Boy. (aan/hri)


Berita Terkait