Dukung Full Day School, Komisi X DPR Minta Sarana Edukasi Dilengkapi

Dukung Full Day School, Komisi X DPR Minta Sarana Edukasi Dilengkapi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 09 Agu 2016 11:04 WIB
Dukung Full Day School, Komisi X DPR Minta Sarana Edukasi Dilengkapi
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menggagas program sekolah sehari penuh (full day school/FDS). Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menyambut baik program tersebut.

"Saya setuju gagasan FDS, karena waktu di sekolah lebih lama sehingga target-target kurikulum bisa dituntaskan sesuai tujuan pendidikan nasional," kata Fikri kepada wartawan di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Menurut Fikri, FDS dapat dampak dari budaya negatif yang berkembang di luar dunia pendidikan. Meski begitu, kata Fikri, ada sejumlah kendala yang perlu diperhatikan lebih lanjut oleh Kemendikbud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama memberi ruang yang luas dan diberi reward dan apresiasi terhadap guru kreatif-inovatif dan berprestasi. Karena kalau tidak sekolah akan membosankan bagi siswa dan guru itu sendiri," ujar politisi PKS itu.

"Sarana dan prasarana edukasi juga harus segera dilengkapi sesuai tuntutan kurikulum," lanjut Fikri.

Jika dua syarat itu belum dapat dipenuhi, Fikri menyebut pelaksanaan sistem FDS tidak bisa diberlakukan bagi semua sekolah. Namun dipilih terlebih dahulu terhadap sekolah-sekolah yang sudah siap dengan program tersebut.

"Jangan paksakan semua sekolah harus menerapkannya," kata Fikri.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Lamhot Aritoang/detikcom.


Sebelumnya Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan bahwa tidak ada penambahan jam belajar dalam program sekolah sehari penuh. FDS dimaksudkan untuk menanamkan nilai dan karakter bangsa bagi peserta pendidikan dasar yakni tingkat SD dan SMP.

Kegiatan siswa nantinya akan ditambah dengan kegiatan ko-kurikuler seperti kesenian dan keterampilan. Ini disebut sebagai upaya untuk menerjemahkan visi presiden di bidang pendidikan sesuai nawa cita.

"Ada berbagai macam permainan kita kembali kepada permainan-permaianan tradisional. Kemudian juga kegiatan yang berpesan berisikan kebudayaan dan menggali kearifan lokal," tutur Muhadjir, Senin (8/8). (ear/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads