KPUD Jabar Sambut Baik Putusan MK tentang UU Pemda
Jumat, 25 Mar 2005 00:00 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat menyambut baik putusan judicial review Mahkamah Konstitusi yang membatalkan ketentuan pertanggungjawaban KPUD terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) . Putusan MK itu membuat langkah kerja KPUD semakin ringan."Saya senang saja dengan vonis itu. Termasuk membuka calon dari parpol kecil serta dari tokoh independen. Ini membuat semakin banyak kandidat. Pemilih harus pintar," kata Ketua KPU Provinsi Jabar Setia Permana.Namun Setia Permana, yang ditemui wartawan seusai seminar soal pilkada di Hotel Horison, Jalan Buahbatu, Bandung, Kamis (24/3/2005), menilai putusan MK tersebut juga diperlukan perangkat payung hukum lainnya. Ini agar KPUD bisa mulai bergerak dan membuka pendaftaran bagi para calon di luar partai."Tapi kita juga harus lebih arif dengan keputusan MK tersebut, khususnya yang menyangkut masalah anggaran. Putaran kedua membutuhkan dana anggaran yang lebih," kata Permana. Menurut Permana, anggaran penyelenggaraan pilkada ini terbatas. Diharapkan pemerintahan daerah siap membantu menyediakan dana tambahan anggaran pilkada. "Putaran pertama saja bagi KPUD itu sudah sangat repot. Apalagi untuk memasuki putaran kedua bagi pemenang pertama dan kedua pada putaran pertama," katanya.Saat ini pemerintah pusat mengangarkan dana sebesar 1 triliun untuk 226 pilkada. Tiap daerah akan mendapatkan anggaran sebesar 1 milyar rupiah. Penggunaan dana pilkada ini menurut Setia Permana akan diawasi secara ketat serta akan di audit dari akuntan publik independen."Saya kira waktunya masih cukup, tidak terlalu mepet. Ada tantangan tersendiri. Makanya kita pakai buat membangun persepsi yang sama dengan tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, partai politik. Saat ini masih belum sama, " kata Setia Permana.Permana berharap pilkada ini dijadikan sebagai ajang pembelajaran demokrasi tingkat lokal. Dikhawatirkan pilkada ini akan dicederai oleh tindakan anarkis. "Pilkada ini konfliknya jauh lebih rawan dibandingkan dengan pilpres," katanya hati-hati.
(gtp/)











































