Pengamat: Jelang Pilkada, Pejabat & Parpol akan Main Mata
Kamis, 24 Mar 2005 22:55 WIB
Jakarta - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung mulai Juni mendatang para pejabat dan pengusaha yang menjadi calon kepala daerah diduga akan main mata dengan partai politik. Ditengarai ada pejabat yang merekayasa APBD untuk mendanani pemilihannya.Sinyalemen adanya praktik-praktik tak sedap itu menjelang pilkada di sejumlah daerah di Indonesia ini dikatakan oleh Guru Besar Institut Pegawai Dalam Negeri (IPDN) Sadu Wasistiono kepada wartawan di Hotel Horison, Jalan Buahbatu, Bandung, Kamis (24/3/2005).Menurutnya saat ini tak sedikit para pejabat dan pengusahan tengah bermain mata dengan partai politik. "Saya sudah punya datanya. Sekarang sedang dilacak terus. Ini lambat laun akan ada reaksi yang keras di tingkat daerah. Sementara ini saya tidak akan menyebutkan nama -nama daerah dan pejabatnya," katanya.Menurut Sadu, beberapa perilaku tak sehat ini antara lain berupa permintaan uang dari partai terhadap calon pejabat untuk minta dukungan. "Pejabatnya menggunakan modal anggaran kas daerah. Di rekayasa anggaran APBD-nya. Praktik sama akan dilakukan oleh para pengusaha, " kata Sadu.Menurutnya saat ini aturan main pilkada belum cukup untuk menjamin para calon kepala daerah nanti untuk berkompetisi secara fair. Termasuk menjaring motif-motif tak sehat yang dilakukan oleh para calon dari kalangan birokrasi dan pengusaha itu. "Kalau menang memang diam. Kalau sudah kalah mereka baru ramai ngomong. Tunggu saja," demikian Sadu Wasistiono.
(gtp/)











































