Mendagri soal Bentrok Satpol PP dan Polisi: Tak Etis Sesama Aparat Berkelahi

Mendagri soal Bentrok Satpol PP dan Polisi: Tak Etis Sesama Aparat Berkelahi

Mukhlis Dinilah - detikNews
Senin, 08 Agu 2016 17:04 WIB
Mendagri soal Bentrok Satpol PP dan Polisi: Tak Etis Sesama Aparat Berkelahi
Mendagri Tjahjo Kumolo mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 22 Juni 2016. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Sumedang - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendorong aparat penegak hukum segera mengusut tuntas insiden bentrokan antara oknum polisi dan Satpol PP di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/8/2016) lalu.

Untuk mempercepat proses pengusutan kasus tersebut, Tjahjo meminta pihak berwenang membentuk tim investigasi terpadu. Tim gabungan itu melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda), kepolisian, dan TNI.

"Kami minta segera membentuk tim investigasi terpadu antara Pemda, Kepolisian, TNI. Tentunya dengan dasar laporan dan CCTV yang ada. Ini harus dibuktikan siapa yang benar-benar bersalah," kata Tjahjo usai menghadiri pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Jatinangor, Sumedang, Senin (8/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tjahjo mengaku sangat menyayangkan insiden bentrokan antar aparat negara ini. Padahal, kata dia, seharusnya mereka bersinergi untuk melindungi masyarakat bukan saling bertikai.

Oleh karena itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi terhadap siapa saja yang bersalah dalam insiden tersebut. Ia berharap insiden ini terjadi untuk pertama dan terakhir kali.

"Yang bersalah harus dikenakan sanksi, karena sangat tidak etis kalau sesama aparat saling berkelahi dan membunuh," ucap dia.

Polisi dan Satpol PP Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bentrok di Balai Kota, Sabtu (6/8) hingga Minggu (7/8). Seorang polisi tewas dan belasan petugas Satpol PP mengalami luka-luka ringan dan parah. Balai Kota rusak. (try/try)


Berita Terkait