"Kampanye itu biaya mahal loh. Keliling-keliling. Mahal kan biayanya. Iya dong? Saya mesti beli mobil baru, sewa mobil. Lalu saya berpikir, ini juga suatu pola baru, petahana enggak usah keluar duit, ngapain lu kampanye kumpulin orang di GBK?" ungkap Basuki di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (8/9/2016).
Pria yang karib disapa Ahok itu memang tengah mengajukan judical review ke MK soal aturan wajib cuti bagi petahana untuk maju di Pilkada. Ia ingin memulai budaya baru bahwa calon kepala daerah bukannya mengeluarkan uang saat kampanye namun justru mendapat bantuan dana dari pendukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Pilgub DKI 2012, Ahok dan Jokowi memang memulai budaya baru. Mereka memakai seragam kotak-kotak yang akhirnya menjadi tren bagi pendukung dengan membelinya. Saat ini Ahok juga menginginkan menjual tiket bagi para pendukungnya jika hadir pada acara yang digagasnya terkait Pilkada.
"Maunya aku sih (pendukung) beli tiket. Dulu kan kita udah enggak bagi kaos waktu saya mulai bupati. Waktu dengan Pak Jokowi mulai jual kaos, sekarang saya mulai jual tiket waktu Teman Ahok Festival," kata Ahok.
"Ini kampanye saya pengen hitung, kamu yang sejuta orang urunan sumbang . Mau Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, terserah kamu deh," imbuh dia.
Ahok meminta ketiga partai pendukungnya, NasDem-Hanura-Golkar, untuk tidak membuat dirinya repot dengan acara-cara yang menghabiskan banyak dana. Sebab ia tidak mau jika diminta untuk mengeluarkan dana.
"Saya sudah bilang sama partai-partai ini, 'Eh gua enggak mau keluar duit ya! Lu enggak usah bikin acara macem-macem lho'. Aku sudah ngomong, jadi kalau kamu mau bikin acara keluar duit sendiri kamu," tutur Ahok.
"Aku cuma mau tanya siapa yang mau jadi saksi, butuh ditraining, partai kalau mau ikutan ya jalan sendiri," pungkasnya.
(ear/aan)










































