Wapres JK Setuju Gagasan Program Belajar Sehari Penuh di Sekolah

Wapres JK Setuju Gagasan Program Belajar Sehari Penuh di Sekolah

Ferdinan - detikNews
Senin, 08 Agu 2016 13:59 WIB
Wapres JK Setuju Gagasan Program Belajar Sehari Penuh di Sekolah
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut Wakil Presiden Jusuf Kalla menyetujui gagasan program belajar sehari penuh. Namun Kemendikbud diminta melakukan kajian agar program ini tidak membebani para pelajar.

"Kita juga sedang mematangkan. Ini juga mohon persetujuan dari Pak presiden sudah, pertama Beliau sudah sangat mengapresiasi bahkan memberikan contoh-contoh. Kemudian Pak wapres sudah menyetujui kami tinggal menyusun lebih lanjut," kata Muhadjir di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Muhadjir mengatakan, program jam belajar sehari penuh ini akan dikombinasikan dengan kegiatan-kegiatan di luar kelas. Tujuannya agar para siswa tidak terbebani secara psikologis dengan mengikuti program belajar yang hanya di ruang kelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kita ubah jadi betul-betul sehari penuh ada proses pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Jadi tidak sepenuhnya ada di dalam kelas. karena secara psikologis kita tahu psikologis daya tahan anak tahannya hanya berapa jam tidak mungkin. Tapi di luar nanti mereka bisa bergembira belajar berbagai macam hal di situ kan. (Bagi) yang mau meningkatkan mengajinya ya panggil aja ustaz, kan tidak usah kita kursus ke luar. yang (belajar) bahasa Inggris juga begitu, kita panggil mentor bahasa Inggris jadi suasana akan lebih menggembirakan lah. Kita ingin menciptakan sekolah yang menggembirakan," tutur Muhadjir.

Menurut Muhadjir, program sekolah sehari penuh dimaksudkan untuk menguatkan program nawacita di bidang pendidikan. Para guru nantinya mengisi jam belajar dengan memberikan materi mengenai pendidikan karakter kebangsaan.

Program karakter kebangsaan tersebut ditegaskan Muhadjir memang harus dibentuk sejak dini di sekolah.

"Beliau (Wapres JK) menyarankan ada semacam pilot project dulu untuk ngetes pasar dulu. Tapi Beliau juga sudah menegaskan bahwa apa yang saya sampaikan juga sudah dipraktikkan oleh banyak sekolah khususnya sekolah swasta dan itu memang betul dan justru saya banyak diilhami oleh banyaknya sekolah swasta yang menyelenggarakan full day school (FDS)," ujar dia.

Bila gagasan full day school diterapkan, para pelajar akan mendapatkan dua hari libur pada hari Sabtu dan Minggu. "Ini tentatif masih gagasan," sebutnya.

Diharapkan dengan program jam belajar baru ini, waktu kosong para pelajar dapat terisi di sekolah sehingga para orang tua tidak lagi khawatir dengan anaknya. Muhadjir menyebut ada 'kerawanan' dengan waktu kosong usai pulang pada siang hari.

"Sekarang kan anaknya pulang jam 1 sementara orangtuanya pulang jam 5. Antara jam 1 sampai jam 5 anaknya malah kita enggak tahu siapa yang bertanggung jawab karena sekolah juga sudah melepas sementara keluarga juga belum ada. Justru ini yang saya duga terjadi penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh remaja celah ini ketika tidak ada satu pun orang yang bertanggung jawab ini, karena orangtuanya masih bekerja sekolah sudah melepas dia," imbuhnya. (fdn/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads