Melihat Pekuburan Tionghoa Terluas se-Asia Tenggara di Pangkalpinang

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 08 Agu 2016 00:44 WIB
Pekuburan Sentosa Pangkalpinang (Foto: Nur Khafifah/detikcom)
Pangkalpinang - Selain etnis Melayu, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung juga memiliki kaitan erat dengan etnis Tionghoa. Maka tak heran jika banyak ditemukan kelenteng di kota yang berjulukan Pangkal Kemenangan ini.

Bahkan Pangkalpinang memiliki kompleks pemakaman China terbesar se-Asia Tenggara, yakni Pekuburan Sentosa atau Tjung Hoa Kung Mu Yen. Kompleks pemakaman seluas 19.945 meter persegi ini terletak di Jalan Soekarno Hatta yang merupakan jalan utama penghubung Bandara Depati Amir dengan pusat Kota Pangkalpinang.

Foto: Nur Khafifah/detikcom


"Yang tertua adalah makam keluarga Boen yaitu Oen Nyiem Foek yang dipugar pada tahun ke-4 setelah pemerintahan Sun Yat Sen, jadi diperkirakan tahun 1915," kata Elvian saat ditemui di Pangkalpinang, Babel, Minggu (7/8/2016).

Sementara pendiri kompleks pemakaman tersebut adalah Yap Fo Sun, Chin A Heuw, Yap Ten Thiam dan Lim Sui Chian. Uniknya, ada dua makam muslim di kompleks pekuburan tersebut. Belum diketahui secara pasti bagaimana ceritanya kedua makam itu bisa berada di sana.

Menurut Elvian, saat ini sudah ada 12.950 makam dengan berbagai macam arsitektur megah khas makam China di Pekuburan Sentosa. Bahkan ada makam yang dibangun dengan batu granit senilai Rp 500 juta.

Foto: Nur Khafifah/detikcom


"Ini pekuburan Tionghoa terbesar se-Asia Tenggara. Setiap tahun ada tradisi sembahyang kubur Ceng Beng atau Qing Ming di sini. Ramai sekali," ujar pria yang juga ahli sejarah ini.

Puncak tradisi Ceng Beng dilaksanakan setiap tanggal 5 April. Menurut Elvian, seluruh keluarga yang berada di perantauan pulang kampung saat acara Ceng Beng. Sehingga suasana Pekuburan Sentosa sangat ramai.

"Jadi di Pangkalpinang tidak hanya Imlek saja yang ramai, tapi juga Ceng Beng," katanya.

Di kompleks pemakaman ini juga tersedia beberapa pondokan-pondokan kecil untuk berteduh. Pondokan yang terletak di sisi atas bukit ini tak jarang dimanfaatkan anak-anak muda untuk duduk-duduk santai. Biasanya mereka bercengkerama bersama temannya sambil menikmati semilir angin dengan pemandangan hamparan makam yang luas.

Foto: Nur Khafifah/detikcom


"Kami lagi duduk-duduk saja di sini, kebetulan rumah dekat, di belakang kuburan ini," kata salah seorang pelajar SMP, Dwirna di Pekuburan Sentosa yang tengah duduk di pondokan bersama seorang temannya.

(kff/dnu)