"Waktu saya jadi wapres dan presiden saya banyak menanam di sini, sekaligus menambah koleksi yang ditanam ayah saya. Selain itu juga mengajak negara lain untuk turut dalam rangka melestarikan pepohonan yang sudah mulai langka," ucap Megawati di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Minggu (7/8/2016).
Selain itu Megawati berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan penelitian dan riset terhadap tanaman asli Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Megawati dan para dubes di Istana Tampak Siring/ Adit detikcom |
"Sangat disayangkan dalam APBN kita untuk research itu perjuangan luar biasa. Sampai sekarang belum pernah sampai satu persen, saya berharap, Menristek atau pemerintah, paling tidak kalau bisa dapat 2,5 persen," jelasnya.
Dengan mengajak 24 delegasi negara tetangga dalam rangka memperkenalkan kekayaan alam lokal. Salah satu duta besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengaku baru pertama kali berkunjung ke Bali, ia pun sempat terkejut mengetahui perdana menteri Rusia Nikita Khrushchev pernah menginap di Istana Tampak Siring pada tahun 1960.
"We'll when Khrushchev visit this palace I was a child and ofcourse for me as the ambassador to more intresting to see this place, I'm so exciting," ucap Gulazin.
(adf/rvk)











































Megawati dan para dubes di Istana Tampak Siring/ Adit detikcom