"Kalau dibayangkan, mereka pasti dapat tempat duduk, kamar mandi bersih, ada tisunya. Dikasih minum, pramugarinya cantik, pramugaranya ganteng ramah. Kamar mandi kering. Ada level tertentu, seperti kita masuk hotel minimal bintang 4," jelas Budi.
Hal ini disampaikan Budi di sela kunjungannya di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Sabtu (6/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penumpang kereta api didominasi kelompok ekonomi C dan D.
"Tapi mengapa tidak A. Turis bisa masuk. Kita sedang mikir merancang satu gerbong atau rangkaian kelasnya turis. Karena turis butuh kenyamanan dan privacy lebih," imbuhnya.
Soal harga, Budi mengaku masih membutuhkan riset mendalam. Pihaknya akan memformulasikan kelas-kelas tersebut.
"Kita akan formulasikan. Kereta umum seperti apa dan harganya berapa. Medium seperti apa, dana (kelas) turis seperti apa," kata Budi.
Dalam kunjungan ke Stasiun Tugu Yogya, Budi sempat berbincang dengan sejumlah calon penumpang. Dia menanyakan fasilitas kereta api dan stasiun. (sip/trw)











































