"Keberangkatan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji ini terdiri dari petugas dari Kemenkes sebanyak 150 orang dan dari Kemenag sebanyak 207 orang," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Djamil di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (5/8/2016).
Petugas ini disebut petugas non kloter karena mereka tidak berangkat bersama jemaah haji. Mereka bertugas memberikan pelayanan kepada jemaah haji dalam hal peribadatan, perjalanan hingga keadministrasian.
Nantinya juga akan ada petugas yang menemani perjalanan jemaah selama perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi. Terdapat 5 orang petugas dalam setiap pesawat.
"Ada juga letugas yang menyertai kloter sebanyak 5 orang. 3 petugas kesehatan yang terdiri dari 2 perawat dan satu dokter. Selain itu ada TPHI dan PPIH yang berperan sebagai pembimbing ibadah kloter dan ketua kloter. Setiap kloter ada itu," ujar Abdul Djamil.
Adanya petugas kloter ini akan membantu para tamu Allah dalam perjalanan. Total dari 384 kloter perjalanan, ada sebanyak 1920 petugas.
Kementerian Agama juga merekrut tenaga musiman. Mereka adalah orang Arab Saudi yang juga akan membimbing perjalanan.
"Ada juga tenaga musiman, direkrut dari Arab Saudi karena mereka yang menguasai wilayah dan adat istiadat. Jumlahnya ada 530 petugas," kata Kasubdit Bimbingan Petugas Kemenag, Khoirizi di tempat yang sama.
Sehingga total akan ada 3.725 petugas yang akan melayani para jemaah haji. Para petugas ini akan berangkat Sabtu (6/8) dari Bandara Soekarno-Hatta. Pemberangkatan mereka akan dilakukan dengan 2 penerbangan. Penerbangan pertama akan dilakukan pada pukul 11.55 WIB dengan sebanyak 241 petugas. Sementara keberangkatan kedua pukul 16.40 WIB sebanyak 116 petugas. (ega/ega)











































