"Saya bangga. Ada orang dari desa yang berinisiatif membangun perpustakaan sendiri dan melayani masyarakat tanpa bayaran. Itulah yang dinamakan keikhlasan," ucap Dedi pada detikcom, Jumat (5/8/2016).
Sebagai buah keikhlasan Abah Uju, Dedi sempat memberikan penghargaan 'Warga Yang Berperan Aktif Mencerdaskan Masyarakat Melalui Perpustakaan Keliling' pada tahun 2012 lalu. Selain itu Abah Uju diberi hadiah dengan diberangkatkan umrah.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Tidak hanya itu Abah Uju sering kali mendapat tambahan buku yang diberikan oleh Pemkab Purwakarta. Bahkan saat berkunjung ke rumahnya pada Jumat siang tadi, Dedi memberikan sepeda baru bagi Abah Uju.
"Kita juga nanti akan bangun saung baca di belakang rumah Abah Uju. Agar nanti anak-anak atau warga yang mau baca bisa di saung baca itu," jelas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.
Tidak hanya itu, berkah keahliannya membuat dan bermain suling Abah Uju yang seorang pensiunan mandor sadap di PTPN VIII itu kini diangkat menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) dengan gaji Rp 2,5 juta. Nantinya Abah uju akan 'berkantor' di Pendopo Kabupaten Purwakarta dengan tugas utama membuat dan mengajar suling pada masyarakat.
"Jadi yang mau belajar bermain atau membuat suling silahkan datang ke Pendopo, belajar langsung dengan Abah Uju. Nanti setiap minggu Abah Uju akan tetap menjadi relawan perpustakaan keliling," katanya.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Ke depan, lanjut Dedi, lingkungan Pendopo yang dibuka untuk umum sejak lama itu akan menjadi pusat pembelajaran bagi masyrakat atau wisatawan mengenai budaya Sunda dan Purwakarta seperti membuat suling, wayang golek, keramik plered, dan menong. (trw/trw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom