Sebelum dicari polisi, DF sempat mendatangi Puskesmas Koja pada 29 Juli untuk memberi keterangan kepada pihak puskesmas, 7 KK yang menguruskan kartu lewat dia dan ada juga pihak kelurahan.
"DF mengaku membuat kartu BPJS palsu dari tahun 2014," ujar Kepala Puskesmas Kecamatan Koja dr Lysbeth Regina Panjaitan, saat ditemui wartawan di kantornya, Jl B Raya, Jakarta Utara, Jumat (5/8/2016). Dia mengutip jasa pengurusan kartu Rp 80 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut pengakuannya, DF juga sering mengurus BPJS orang lain tanpa melakukan kecurangan, tetapi kebetulan saja 7 kepala keluarga yang jadi korban lagi apes," katanya.
Lysbeth menuturkan, jika ada kartu BPJS palsu, maka akan mudah ketahuan. "Karena kami memiliki sistem P-Care untuk melihat data," ucapnya.
Dia mengingatkan kepada seluruh warga untuk tidak memanfaatkan jalur calo dalam membuat kartu BPJS Kesehatan. Sebab membuat kartu BPJS Kesehatan saat ini bukan hal yang sulit.
"Sekarang bikin BPJS sudah gampang kok. Benar kata Pak Ahok, cukup bawa KK saja. Dan buat para calo juga sudah nggak ada celah karena kami memiliki sistem untuk men-detect mana yang asli dan palsu. Imbauan saya sih ke masyarakat lebih baik urus sendiri saja, sekarang sudah nggak ribet lagi," ujarnya.
(rvk/rvk)











































