"Soal cawagub kan kita serahkan ke Ahok. Selama ini Ahok bilang (berpasangan dengan) Heru, itu belum dicabut," kata Ketua DPP Nasdem Johnny G Plate saat dihubungi, Jumat (5/8/2016).
Ahok sebenarnya sudah punya cukup amunisi untuk melaju ke Pilgub DKI dengan adanya dukungan dari Nasdem, Golkar, dan Hanura. Namun, Johnny tidak memungkiri bahwa adanya dukungan dari PDIP akan menjadi lebih baik.
"Proses sekarang berjalan. Walau sekarang Ahok sudah punya kursi yang cukup, tapi dari sisi kerjasama politik kalau bisa bersama PDIP bagus," ungkapnya.
PDIP yang belum membuat keputusan sebenarnya memiliki 3 skenario. Johnny mengatakan bahwa kalaupun PDIP memberi dukungan, itu untuk kader yang berpasangan dengan Ahok.
"PDIP kan bukan mau mendukung Ahok tapi mendukung calonnya bergabung dengan Ahok lalu secara tidak langsung mendukung Ahok. Beda dengan Nasdem, Golkar, dan Hanura kan dukung Ahok," paparnya.
Nasdem juga mengamati dinamika politik di PDIP. Itu karena keputusan partai berlambang banteng moncong putih tersebut akan mempengaruhi konstelasi politik di DKI.
"Dalam PDIP ada dua aliran. Aliran yang menolak Ahok dan membuka peluang untuk Ahok. Kitu tunggu yg mana nanti. PDIP punya mekanisme sendiri," ujar Johnny.
"Soal cawagub, Nasdem serahkan ke Ahok. Apakah mempertahankan Heru atau negosiasi politik dengan PDIP," pungkasnya.
Sebelumnya, Ahok sudah berubah pilihan dari jalur independen ke jalur parpol. Soal cawagub, dia kini juga memberi jawaban tak pasti.
"Enggak tahu (soal cawagubnya). Tergantung nanti PDIP misalnya, atau tiga partai pendukung," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka, Selatan, Jakarta Kamis (4/8/2016). (imk/tor)











































