Menlu Targetkan Soal Ambalat Selesai Akhir 2005

Menlu Targetkan Soal Ambalat Selesai Akhir 2005

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2005 18:06 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan sebelum akhir tahun sudah tercapai kesimpulan dengan pemerintah Malaysia mengenai penyelesaian sengketa wilayah batas laut Ambalat. Pertemuan tim teknis di Bali sendiri belum menghasilkan kemajuan. "Sebelum satu tahun, memang harus sudah ada konklusinya, baik selesai maupun tidak selesai," kata Menlu Hassan Wirajuda usai mengikuti rapat kabinet, Kamis (24/3/2005) di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Dia mengaku pertemuan teknis antara delegasi RI dengan Malaysia pada 21-22 Maret lalu di Bali, belum menghasilkan kemajuan subtansif. Namun, hal itu bukan berarti upaya penyelesaian secara dilpomasi ini gagal. Pasalnya, target dari pertemuan awal tersebut adalah sebatas mencari kejelasan atas dasar-dasar klaim kedua negara. Yaitu titik penarikan garis batas laut, landas kontinen dan Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) di perairan Ambalat.Menurut dia, pembicaraan di Bali belum menyinggung hal-hal yang mendasar. Seperti titik maupun garis pangkal penarikan batas laut, bagaimana metode penghitungannya dan berapa panjang garis batas yang ditarik oleh masing-masing pihak. Karenanya, belum dapat diproyeksikan prinsip-prinsip tersebut dalam suatu peta bersama."Kemajuan substantif dalam pertemuan awal memang belum banyak. Yang penting ada iktikad baik untuk duduk bersama merundingkan masalah ini. Proses perundingan tidak bisa kita potong begitu saja. Lagipula kita sudah menyepakati jadwal pertemuan berikutnya Mei depan," papar Menlu panjang lebar.Ditanya tentang perkembangan perundingan perjanjian ekstradisi dengan Singapura, Menlu menjawab belum ada jadwal pertemuan lanjutan setelah dua pertemuan terakhir pada pertengahan bulan ini. Menlu membantah bahwa hal tersebut mengindikasikan masih ada hal subtansial yang masih menjadi ganjalan, meski diakuinya perbedaan yuridis kedua negara belum terjembatani. "Belum ada ganjalan. Masih lancar. Ini baru guliran awal," ujar Menlu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads