"Jadi sebelum sama korban ini, ada korban lainnya juga tetapi tidak sampai dibunuh. Korban hanya diambil barang-barangnya saja," ujar Kapolres Jaksel Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya 2, Kebayoran Lama, Jaksel, Kamis (4/8/2016).
Kapolres menyebut, salah satu korbannya yakni Dedeh Yuliani. Bahkan tersangka check in di kamar hotel tersebut dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Dedeh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Eko Hadi Santoso menduga, modus ini dilakukan tersangka terhadap korban lain selain Bella dan Dedeh.
"Kami menduga ada korban lain selain Bella dan Dedeh ini. Korban Dedeh ini masih kami cari, belum ketemu," ungkap Eko.
Eko memaparkan, tersangka memang sengaja mengincar wanita yang akan dijadikan sasaran pencurian lewat media sosial. Setelah berkenalan lewat medsos, tersangka mengajak korban untuk ketemuan di hotel.
"Lalu tersangka mempersiapkan minuman keras untuk membuat korban lena. Kalau sudah mabuk baru diambil barang-barangnya," lanjutnya.
Dalam setiap melakukan aksi kejahatan dengan modus tersebut, tersangka tidak sampai membunuh korban. "Kalau korban ini dibunuh karena ada perlawanan dari korban sehingga akhirnya dicekik sampai tewas," imbuhnya.
Tersangka Fajar sendiri mengaku sudah melakukan kejahatan dengan modus tersebut sebanyak 5 kali sejak beberapa tahun belakangan.
"Sudah lima kali, tapi saya lupa korban lainnya. Yang saya ingat cuma Dedeh sama korban yang ini (Bella) saja," ujar Fajar.
Tiga korban lainnya, diakui Fajar, tidak sampai dicekoki miras dan disetubuhi. Tersangka mencuri barang korban ketika korban lengah.
"Kalau yang sebelum-sebelumnya cuma ketemu di pinggir jalan saja. Pas dia mau pipis, dia masukin barangnya di bagasi motor, terus saya ambil pas dia lagi kencing," tambah Fajar. (mei/aan)











































