3 Skenario ini diungkap oleh Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga. Skenario pertama adalah PDIP mengambil cagub/cawagub dari hasil penjaringan dan penyaringan tokoh eksternal parpol.
Seperti diketahui PDIP sudah memilih 6 kandidat cagub/cawagub dari hasil penjaringan dan penyaringan. Cagub dari hasil penjaringan dan penyaringan itu akan dipasangkan dengan kader PDIP. Informasi yang dihimpun detikcom, salah satu dari 6 nama itu adalah Sandiaga Uno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, saat ini sudah muncul dorongan agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang merupakan kader PDIP, berduet dengan kader Gerindra Sandiaga Uno untuk Pilgub DKI 2017. Dorongan datang dari PKS, yang merupakan partner koalisi Gerindra di Pilgub DKI. Mungkinkah koalisi PDIP-Gerindra-PKS terwujud di Pilgub DKI 2017 ini?
"Bisa saja, dalam politik itu tidak ada permusuhan abadi. Mungkin dalam pilpres mereka bertarung, tapi di pilgub DKI bisa berkoalisi," ujar peneliti CSIS Arya Fernandes saat berbincang, Kamis (4/8/2016).
Arya menilai skenario pertama ini yang paling mungkin diambil oleh PDIP. Sebab, PDIP perlu menghormati mereka yang ikut dalam penjaringan dan penyaringan, juga perlu memberi kesempatan kepada kader internal.
Arya Fernandes (Ari Saputra/detikcom) |
Skenario kedua adalah PDIP mengusung cagub dan cawagub yang berasal dari kader internal. PDIP bisa mengusung cagub cawagub sendiri karena memiliki 28 kursi di DPRD DKI, sedangkan syarat untuk mengusung calon hanya 22 kursi.
Menurut Arya, skenario kedua ini tidak strategis. "PDIP perlu memikirkan psikologi politik partai-partai lain. Ini pertarungan yang besar, kalau mereka maju sendiri, maka bisa dianggap sombong oleh partai-partai lain. Mereka juga harus berjuang lebih keras untuk mengalahkan incumbent. Kalau PDIP mengambil skenario ini, maka kemungkinan muncul tiga pasang calon, ada blok PDIP, ada blok partai lain, dan blok Ahok," ulasnya.
Baca juga: PDIP: Biasanya Keputusan Pilgub DKI Diambil Jelang Pendaftaran
Namun jika skenario ini tetap diambil, maka Arya memprediksi PDIP akan menyorongkan duet cagub-cawagub DKI yang merupakan kepala daerah berprestasi.
Skenario ketiga adalah PDIP bergandengan dengan Ahok. PDIP mengusung Ahok dengan syarat cawagub pasangan Ahok adalah kader PDIP. Menurut Arya, skenario ini juga mungkin terjadi, tapi dengan dua syarat.
Eriko Sotarduga (Ari Saputra/detikcom) |
Syarat pertama, jika Risma menyatakan tak bersedia ke DKI. Namun jika Risma bersedia, Arya yakin PDIP akan lebih memilih Risma dan menjalankan skenario pertama.
Syarat kedua, yaitu jika Ahok bersedia meninggalkan Heru Budi Hartono yang kini diplot sebagai cawagubnya. PDIP hanya akan mendukung Ahok jika cawagub yang dipilih adalah kader PDIP.
"Kalau PDIP nggak dapat wakil, kecil sekali kemungkinan mereka mau ikut mendukung Ahok," ulas Arya.
(tor/erd)












































Arya Fernandes (Ari Saputra/detikcom)
Eriko Sotarduga (Ari Saputra/detikcom)