"Kalau kita menyebut kota-kota metro di dunia, hampir semua kota besar pasti memiliki pejalan kaki yang luar biasa. Jakarta yang merupakan ibu kota negara belum terlihat adanya fasilitas penunjang seperti itu," ucap Ketua Ombudsman RI Prof Amzaulian Rifai, di kantornya, Jl HR Rasuna Sahid, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2016).
Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini Ketua Ombudsman RI Prof Amzaulian Rifai, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, pengamat tata kota Yayat Supriyatna, dan pembina Koalisi Pejalan Kaki, Ahmad Syarifuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Budaya berjalan kaki ada, cuma memang budaya di kota metro seperti di Jakarta ini tersedianya fasilitas yang memadai bagi pejalan kaki. Ditambah lagi banyak pengguna kendaraan yang mengabaikan hak bagi pejalan kaki," jelas Amzulian.
Ombudsman RI juga melaporkan bahwa korban kecelakaan di jalanan terjadi kepada pejalan kaki. Bahkan menurut Ombudsman, data korban meninggal bagi pejalan kaki terus meningkat.
"Menurut sumber WHO di 2013 sebanyak 21 persen korban kecelakaan di jalanan adalah pejalan kaki. Di data kepolisian dari tahun 2010 hingga tahun 2013, korban meninggal bagi pejalan kaki naik 30 persen," lanjutnya.
(adf/tfq)











































