Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan proses identifikasi telah dilakukan setahun lalu. Salah satunya pengambilan sidik jari dari korban.
"Sidik jari kita sudah punya, sehingga tidak perlu dibongkar (makamnya)," kata Nugrah kepada detikcom, Kamis (4/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah hampir sehari berada di RSUP Sardjito, 2 perempuan mengaku sebagai istri dan anak korban kecelakaan itu. Keduanya mengaku mendapatkan informasi dari Facebook. Ciri-ciri fisik korban, menurut mereka, memang mirip Waluyo. Dari situlah, Mr X diidentifikasi sebagai Waluyo.
Waluyo meninggal setelah 6 hari berada di RS Sardjito, lalu dimakamkan. Tetangga dan warga ikut memakamkan.
Nah, Selasa (2/8), tiba-tiba Waluyo muncul. Dia mengaku tidak pernah terlibat kecelakaan dan selama ini menggelandang ke Semarang. Awalnya keluarga tidak percaya, tapi kemudian yakin bahwa Waluyo memang masih hidup. Polisi kini berusaha mengungkap jenazah korban kecelakaan yang dimakamkan setahun lalu dan sebelumnya diaku Waluyo.
"Pokoknya segala cara akan kita usahakan," tutup Nugrah. (sip/trw)











































