![]() |
Bonek telah berangkat dari Stadion Tugu, Jakarta Utara, ke Stasiun Senen. Bonek menumpang 15 bus yang disediakan Polda Metro Jaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Daniel, anggota intelijen dan Brimob mengawal Bonek dari saat berangkat dari Surabaya ke Jakarta. Daniel juga menjamin Bonek akan tertib di Stasiun Senen.
"Saya sudah koordinasi dengan Kapolres Jakpus untuk pengamanan di Stasiun Senen," ucap dia.
Bonek akan pulang dengan kereta ke Surabaya. Mereka pulang dengan tiket yang dibayar oleh koordinator Bonek, Andie Peci.
Sementara sebanyak 1.196 orang Bonek sudah dipulangkan dengan bus pada Rabu (3/8). Mereka diantar dengan bus gratis hingga ke Cikampek. Setelah itu, mereka pulang sendiri-sendiri ke Surabaya. Selain dari Surabaya, ratusan Bonek juga berasal dari Jabodetabek dan sudah pulang ke rumah masing-masing.
"Kta cek tadi pagi ada 300 yang belum pulang. Misi mereka tercapai dan tidak ada benturan dengan masyarakat sekitar," tutur Daniel.
Massa Bonek tersebut datang ke Jakarta pada Selasa (2/8). Mereka berjuang agar klub kesayangan mereka, Persebaya Surabaya, diikutkan dalam kompetisi tahun mendatang. Komite Eksekutif PSSI dan Menpora mengabulkan tuntutan mereka.
![]() |
Pukul 10.30 WIB, gelombang massa bonek dari Persebaya 1927 tiba di Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Mereka menumpang belasan bus dan beristirahat. Kedatangan mereka dikawal dengan pengamaan ketat oleh pasukan keamanan yang terdiri dari unsur Brimob, Polsuska. Pihak keamanan ini membawa tongkat dan pentungan untuk berjaga-jaga.
"Kami menurunkan 225 personel untuk berjaga," ujar Kapolsek Pasar Senen Kompol Kasmono.
![]() |
Begitu tiba di Pasar Senen, massa kemudian langsung berbaur satu sama lain dan berkumpul sambil mengeluarkan makanan untuk disantap bersama-sama. Titik kumpul massa ini berada di musala stasiun.
Direncanakan, para supporter akan pulang menuju surabaya dengan kereta ekonomi Kertajaya pukul 14:00 WIB.
(nwy/nrl)














































