PKL Dibantu Mahasiswa UKI-YAI Bakar Mobil Banpol PP

PKL Dibantu Mahasiswa UKI-YAI Bakar Mobil Banpol PP

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2005 17:55 WIB
Jakarta - Mahasiswa UKI dan UPI YAI di Jl Diponegoro, Jakpus, yang biasa tawuran, bersatu padu membela para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di kawasan Salemba. Mereka bahu membahu bentrok dengan aparat Banpol PP Pemprov DKI Jakarta. Bahkan satu unit mobil Banpol mereka bakar.Insiden itu bermula pukul 16.00 WIB, Kamis (24/3/2005). Kala itu seratusan aparat Banpol PP berdatangan menertibkan lapak-lapak para PKL. Di kawasan itu memang tengah rajin dilakukan penertiban PKL. Namun seperti biasa, para pedagang tidak terima dan terjadilah perlawanan.Mahasiswa UPI YAI dan UKI yang berkampus di Salemba juga tidak suka melihat aksi Banpol PP itu. Apalagi para mahasiswa juga menjadikan lapak-lapak PKL yang berjualan hiasan rambut, VCD bajakan hingga makanan gorengan itu sebagai tempat kongkow.Para mahasiswa pun turun tangan membantu para pedagang. Bentrokan antara Banpol PP yang usianya setara dengan para mahasiswa pun tak terhindarkan. Jumlah kedua massa sebanding, sama-sama seratusan orang.Bentrokan dilakukan dengan saling melempar benda keras ke arah lawan. Balok kayu, bebatuan terbang ke udara. Sebuah mobil Banpol diparkir di tengah jalan, untuk memisahkan kedua kubu yang berseteru. Tapi apes, mobil yang separo terbuka yang biasa digunakan mengangkut pasukan Tramtib itu justru dibakar koalisi pedagang-mahasiswa.Hingga pukul 17.30 WIB, upaya pemadaman api masih berlangsung. Sementara massa mahasiswa dan pedagang mulai surut. Banpol PP sudah ditarik mundur. Polisi yang saat bentrokan tak tampak, juga sudah mulai berdatangan. Jumlahnya 20-an orang.Akibat insiden itu, lalu lintas nyaris berhenti. Jalan Diponegoro macet total dan ada yang dibelokkan ke jalur lain.Pukul 17.45 WIB, pasukan pemadam kebakaran berdatangan. Namun api sudah menghanguskan mobil plat merah itu hingga tinggal kerangka.Hingga berita ini diturunkan, kawasan yang langganan macet itu kian macet. Ratusan orang masih asyik menonton di pinggir jalan. Polisi berusaha mencairkan lalu lintas. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads