Soal Snack Bikini Buatan Bandung, Begini Respons Ridwan Kamil

Avitia Nurmatari - detikNews
Rabu, 03 Agu 2016 21:22 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku mendapat laporan dari masyarakat soal beredarnya Snack Bikini (Bihun Kekinian) dengan kemasan yang dinilai erotis.

Jika memang snack itu diproduksi di Kota Bandung, pria yang karib disapa Emil itu meminta Snack Bikini ditarik dari peredaran dan menganti dengan kemasan yang lebih sopan.

"Silakan berbisnis tapi negeri ini punya nilai moral yang harus dipahami. Kalau sudah ada masyarakat yang resah karena para orang tua khawatir anak-anaknya akan terpengaruh dengan kemasan makanan tersebut, harus jadi perhatian," ujar Emil kepada detikcom melalui telepon gengamnya, Rabu (3/8/2016).

Kemasan snack Bikini (dok KPAI)

Pria lulusan University of California, Berkeley, tersebut mengaku sudah memerintahkan dinas terkait untuk menelusuri tempat produksi jajanan tersebut.

"Saya minta Dinas UKM Perindag untuk menelusuri sumber produksinya di mana. Kalau memang di Kota Bandung, kita lihat regulasi mana yang dilanggar. Kalau pun tidak di Kota Bandung saya mengimbau agar penjual menarik produknya dan cari cara baik dan sopan untuk berjualan," tegasnya.

Emil sendiri belum melihat secara langsung kemasan Snack Bikini yang ramai diperbincangkan di sosial media tersebut. Namun Ia sudah melihat kemasan snack berwarna kuning biru tersebut dari foto-foto yang dikirimkan kepadanya.

"Lihat langsung belum, baru lihat di sosial media. Bahasanya bombastis," pungkasnya.

Snack Bikini dijual lewat Instagram (Istimewa)

Seperti diketahui, media sosial kini sedang ramai adanya penjualan makanan cemilan yang sedikit nyeleneh, dengan nama Bikini (Bihun Kekinian) yang dijual secara online. Makanan ini dipromosikan melalui lapak online Instagram.

(Baca juga: Disperindag Jabar: Snack Bikini Ilegal, Akan Ditarik Dari Peredaran)

Belum dipastikan apakah snack tersebut memang berasal dari Kota Bandung atau bukan. Namun dari yang tertera di kemasan, tertulis produk buatan Cemilindo Bandung-Indonesia. (avn/hri)