Ahli Toksikologi Diminta Penyidik Periksa Kain Berbahan Polimer

Sidang Kasus Pembunuhan Mirna

Ahli Toksikologi Diminta Penyidik Periksa Kain Berbahan Polimer

Rina Atriana - detikNews
Rabu, 03 Agu 2016 19:13 WIB
Ahli Toksikologi Diminta Penyidik Periksa Kain Berbahan Polimer
Suasana sidang Jessica (Foto: Rachman Haryanto/detikFoto)
Jakarta - Selain diminta memeriksa kandungan sianida di es kopi Vietnam dan lambung Mirna, rupanya ahli toksikologi juga diminta untuk menguji kain berbahan polimer karet. Kain tersebut merupakan bagian dari celana yang tak disebutkan celana milik siapa.

"Pihak penyidik meminta kami untuk menguji bahan kain terkait celananya. Tujuannya untuk melihat efek bahan sianida terhadap bahan kain itu," kata Ahli Toksikologi Forensik Bareskrim Polri Kombes Pol Nursamran Subandi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).

Nursamran menjelaskan, kain tersebut berbahan polimer karet dan cukup tahan terhadap bahan kimia. Selain itu, termasuk bahan yang kuat juga ketika diberi beban 20 kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi bahan kain kalau tidak salah, termasuk jenis bahan kain bukan cotton, dia jenis polimer karet dia agak-agak tahan terhadap bahan kimia. Diuji apakah ada efek dia bisa putus atau apa ditarik itu jadi sampai beban 20 kg tidak menunjukan perubahan itu. Bahan kain itu lumayan bagus, tahan terhadap bahan kimia," jelas Nursamran.

Jaksa lantas bertanya mengenai penampakan kasat mata ketika kain tersebut terkena sianida, apakah tampak ada perubahan warna di kain atau tidak.

"Kasat matanya waktu ditambahkan ada bekasnya. Karena warnanya, merah tua mau agak hitam. Tapi kalau kita cuci, itu hilang. Tidak menimbulkan bekas pada kain," tutur Nursamran.

Pada saat awal-awal kasus ini diusut, Polisi sempat menyebut Jessica membuang celana yang ia pakai bertemu Mirna dan Hani di Olivier. Celana tersebut kemudian dicari-cari saat penyidik menggeledah rumah Jessica. Sayangnya, menurut kuasa hukum Jessica saat itu, Yudi Wibowo, celana tersebut telah dibuang dan kini entah ke mana.

"Dicari (celananya) tapi sudah diambil tukang sampah ya enggak ketemu. Kita-kita enggak keberatan apa-apa masalah itu," ujar Yudi, Selasa (19/1).

(rna/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads