"Tim Propam kita melakukan pendalaman terus mencari kebenaran konten isu. Konten tetap ditindaklanjuti. Ini bagian dari reformasi kultural," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/3016).
Boy menambahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memiliki 11 program prioritas. Salah satunya peningkatan profesionalisme di internal kepolisian. "Isi pembicaraan Freddy dengan Pak Haris itu juga disikapi, menjadi informasi yang penting bagi Polri. Bukan tidak kami perhatikan," ujarnya.
Menurut Boy, ada beberapa analisa sehingga pihaknya ragu dengan kebenaran pengakuan itu. "Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, juga terhadap isi pembicaraan dengan pledoi, tim penyelidik kita sudah mengecek langsung pledoi Di PN Jakarta Barat," kata Boy.
"Jadi (pledoi) setebal 20 halaman tidak ada yang mengkaitkannya dengan kata-kata yang katanya curhatan itu juga dimuatkan di pledoi," sambungnya.
Boy menambahkan, demikian juga soal Freddy yang mengaku pernah pergi ke Cina bersama petugas BNN untuk mengecek lokasi pabrik narkoba. Kata Boy, sesuatu hal yang mustahil seorang terpidana bisa dibawa keluar negeri untuk melihat pabrik itu.
"Jadi ada unsur-unsur yang kita nilai tidak benar dalam ucapan-ucapan yang sampaikan oleh Freddy," ujarnya.
(idh/aan)











































