Protes UU Cina, Presiden Taiwan akan Ikut Berdemo
Kamis, 24 Mar 2005 17:24 WIB
Jakarta - Seorang kepala negara ikut berdemo? Presiden Taiwan Chen Shui-bian akan bergabung dalam aksi unjuk rasa menentang UU antipemisahan yang belum lama ini disahkan parlemen Cina. Demo akan digelar pada Sabtu (25/3/2005) besok. Dengan itu diharapkan sekitar satu juta orang akan meramaikan aksi protes untuk menentang legislasi Cina yang mengizinkan penggunaan kekerasan terhadap Taiwan. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (24/3/2005).Chen akan menjadi kepala negara Taiwan pertama yang turun ke jalan untuk berdemo bersama rakyatnya. Dikatakan Chen, aksi massal ini akan menjadi ekspresi damai guna melindungi demokrasi di pulau itu."Saya akan membawa keluarga saya ikut serta dalam momen sejarah yang suci ini," ujar Chen kepada kelompok-kelompok pengorganisir aksi demo, termasuk partai berkuasa, Partai Progresif Demokrasi. "Saya akan berjalan bersama dan berdiri di samping rakyat Taiwan. Saya tidak akan berpidato ataupun berdiri di garis depan," tutur Chen. "Namun bersama semua orang, saya akan meneriakkan 'inginkan demokrasi, cinta perdamaian," imbuhnya."Undang-undang antipemisahan tersebut telah disetujui parlemen Cina pada 14 Maret lalu. UU tersebut mengesahkan penggunaan cara-cara non-damai terhadap Taiwan jika pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu mengambil langkah untuk menyatakan kemerdekaan sebagai sebuah negara.UU tersebut telah menuai protes keras dari Taiwan, juga pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah Beijing pernah mengancam akan menempuh aksi militer jika itu memang diperlukan untuk membuat Taiwan kembali ke dalam kedaulatannya.
(ita/)











































