Pertemuan 3 Menhan Hasilkan 6 Kesepakatan, Patroli Bersama Segera Dilakukan

Pertemuan 3 Menhan Hasilkan 6 Kesepakatan, Patroli Bersama Segera Dilakukan

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Rabu, 03 Agu 2016 12:04 WIB
Pertemuan 3 Menhan Hasilkan 6 Kesepakatan, Patroli Bersama Segera Dilakukan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pertemuan tiga Menteri Pertahanan dari Indonesia, Malaysia dan Filipina di Bali telah menghasilkan enam poin kesepakatan. Dua poin penting, yakni patroli bersama dan latihan gabungan untuk menumpas kelompok Abu Sayyaf yang gemar melakukan penculikan di perairan Sulu akan segera dilakukan.

"Mengenai masalah pertemuan trilateral, sebagaimana telah saya sampaikan, pertemuan atara Menteri Pertahanan ketiga negara merupakan satu turunan dari pertemuan trilateral yang sudah dilakukan di Yogyakarta pada tanggal 5 Mei lalu. Saat pertemuan 5 Mei yang lalu presiden juga sudah memberikan arahan mengenai pentingnya mempererat kerjasama untuk menjaga keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (3/8/2016).

Retno menjelaskan, dalam pertemuan di Yogyakarta telah disusun framework agreement dan telah ditandatangani ketiga negara pada 14 Juli 2016. Nah, pertemuan di Bali kemarin dilakukan agar segera ada eksekusi terhadap poin-poin yang telah disepakati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk memperkuat lagi, maka Menteri Pertahanan ketiga negara berkumpul kembali dan menghasilkan enam butir. Jadi framework agreement dulu adalah empat, kemudian untuk yang kemarin ada enam butir yang dihasilkan," jelasnya.

Adapun enam kesepakatan yang dihasilan Menhan Indonesia, Malaysia dan Filipina adalah:

1.Patroli bersama

2.Bantuan darurat

3.Sharing inteligence

4.Hotline communications

5.Latihan bersama

6.Automatic identification system

"Maka enam kerjasama ini dapat segera diimplementasikan. Karena sangat penting sekali kerjasama konkret di lapangan dapat segera dilakukan untuk menghindari terjadinya penculikan sandera dan pengambilan sandera di masa yang akan datang," tegas Retno.

Sementara itu, Menlu juga menekankan bahwa pemerintah Indonesia sampai saat ini masih terus berusaha membebaskan WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf. Kepada keluarga sandera, Menlu menjamin bahwa negara akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan pembebasan.

"Penanganan sanderanya, tadi saya juga baru saja laporkan pada Presiden mengenai situasi di lapangan. Komunikasi kita jalin terus dan kemarin kita juga sudah bicara deNgan keluarga, kita yakinkan kepada keluarga, komitmen pemerintah untuk sesegera mungkin dapat membebaskan. Tapi tentunya stuasi lapangan dari waktu ke waktu tidak sama. Kesulitan di lapangan juga tidak sama," urai Retno. (kha/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini