PDIP dan PKB Telah Bertemu Bahas Sejumlah Nama, Salah Satunya Tri Rismaharini

PDIP dan PKB Telah Bertemu Bahas Sejumlah Nama, Salah Satunya Tri Rismaharini

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 03 Agu 2016 08:15 WIB
PDIP dan PKB Telah Bertemu Bahas Sejumlah Nama, Salah Satunya Tri Rismaharini
PDIP dan PKB Bahas Pilgub DKI (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - DPW PKB DKI Jakarta telah melakukan pertemuan dengan DPD PDIP DKI Jakarta pada Selasa (2/8) kemarin. Dalam pertemuan itu kedua partai membicarakan sejumlah nama dan peluang untuk berkoalisi di Pilgub DKI 2017 mendatang.

"Itu adalah kunjungan PDIP ke PKB, karena PKB pernah ke PDIP waktu itu. Jadi ini kunjungan balasan dalam rangka menyatukan visi soal gagasan calon gubernur yang akan diusung PDIP dan PKB. Untuk arah koalisi ada kemungkinan iya, tergantung komunikasi poltik yang dibangun kedua partai ini," kata Wakil Ketua DPW PKB DKI, Abdul Aziz saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/8/2016).

Aziz mengatakan, prinsipnya PKB menunggu keputusan dari PDIP dan beberapa partai lain yang belum mendeklarasikan calonnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Aziz, dalam pertemuan itu, kedua partai saling menyamakan visi untuk Pilgub DKI mendatang. Sejumlah nama pun dibahas, termasuk salah satunya nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala BNN Budi Waseso (Buwas).

"Tadi itu hanya sebatas menyamakaan persepsi tentang pilkada, calon gubernur dan calon wakil gubernur yang namanya hari ini sudah beredar, baik itu Risma, Djarot, Saefullah, Sandiaga Uno dan Buwas. Nama-nama ini kita godok bersama," katanya.

"Prinsipnya karena ini sudah jelang pendaftaran calon, jadi kita kerucutkan beberapa nama, baik yang sudah mendaftar ke PKB. Jadi kita tunggu reaksi dari PDIP, baru akan ada pertemuan lanjutan," tambahnya.

Terkait dengan nama Risma, PKB menilai sosok ini pantas untuk dijadikan pemimpin DKI. Meskipun Risma adalah kader PDIP, namun jika namanya diusung maka PKB siap untuk mendukung.

"Risma punya track record yang bagus, berprestasi, tegas dan disukai oleh rakyat Surabaya. Cocok untuk Jakarta. Sekelas Bu Risma ke Jakarta punya visi. Cuma masalahnya PDIP mau mengambil dia atau tidak. Kalau kita dorong dia," kata Aziz.

(jor/yds)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini