Presiden Jokowi didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Jubir Presiden Johan Budi, dan seorang pakar dari IPB. Usai pertemuan, Teten memaparkan hasilnya.
"Presiden sudah mendengar keluhan masyarakat Kendeng tentang pembangunan pabrik semen dan ekspolitasi kawasan gunung kapur di wilayah Kendeng," ujar Teten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden sudah menyepakati akan dilakukan kajian lingkungan strategis supaya bisa diketahui di kawasan gunung kapur itu mana yang bisa dieksploitasi dan tidak," imbuh Teten.
Jokowi lalu memerintahkan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk jadi koordinator studi tersebut. Permasalahan ini tak hanya lintas kementerian, tetapi lintas daerah.
"Dibutuhkan setahunlah studi itu. Jadi hasil studi itulah yang akan jadi rujukan kita semua. Bagi Pemda, pemerintah pusat, investor, termasuk masyarakat ini jalan keluar yang terbaik bagi kemelut persoalan pabrik semen ini," pungkas Teten.
Koordinator Masyarakat Peduli Kendeng Gunretno lalu menambahkan pendapatnya tentang pertemuan tadi. Gun menyebut pemerintah telah mengakomodasi keinginan masyarakat, sehingga mereka cukup lega.
"Pak Presiden akan mencoba mengajak PT Semen Indonesia berdialog dengan masyarakat Kendeng termasuk dengan Pemda. Intinya kita sepakat untuk dilakukan kajian lingkungan hidup strategis dan ini akan jadi rujukan untuk penyelesaian kawasan Kendeng, baik untuk pemda, masyarakat atau untuk pemerintah pusat," ungkap Gun.
(bag/jor)











































