"Fraksi menyerahkan sepenuhnya kepada MKD. Bagaimana kebijaksanaan MKD," ungkap anggota Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016).
Cita Citata siang ini bersama kuasa hukumnya mendatangi MKD untuk berkonsultasi. Pelantun lagu Goyang Dumang ini bertemu dengan Dasco sebagai Ketua MKD untuk membicarakan kasus penipuaan Amri terhadap Cita sebelum laporan secara resmi diajukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum pernah tahu soal penipuan. Anaknya biasa-biasa aja kalau di fraksi. Baru tahu ini juga," kata Dasco.
"Fraksi belum dilaporin. Nanti besok saya laporkan dulu ke fraksi soal perkembangan Amri ini," imbuhnya.
Dasco pun sebelumnya menyarankan jika masalah berkaitan dengan pidana, lebih baik dilaporkan melalui jalur hukum. Lantas bagaimana sosok Amri yang dikenal selama ia menjadi anggota Fraksi Gerindra di DPR?
"Kayaknya belum nikah. Tapi nggak tahu juga sih, orangnya pendiam. Kalau sama kita diem anaknya, kalau sama artis mungkin agak reaktif ya," ucap Dasco.
Seperti diketahui Cita Citata mendatangi MKD untuk berkonsultasi soal rencana pengaduan dugaan penipuan yang dilakukan Amri. Anggota Komisi VIII DPR itu disebut memiliki hutang dan juga memesankan cincin tunangan berlian seharga Rp 450 juta untuk Cita tapi belum dibayar.
"Aku sama Amri kan pernah datang ke toko cincin di Plaza Indonesia, dia bilang akan belikan cincin. Kita bikin, pesan modelnya seperti apa. Sudah oke. Tokonya kontakan sama Amri. dia bilang sudah dibayar, itu cincin untuk tunangan," cerita Cita di Gedung DPR, Selasa (2/8).
Cincin tersebut ternyata belum dibayar oleh Amri sehingga Cita dikejar-kejar untuk membayarnya. Amri juga disebut-sebut melakukan penipuan terhadap sejumlah wanita lain termasuk artis.
"Saya dihubungi toko cincinnya. Harganya sekitar Rp 450 juta. Satu minggu lalu Cita berkomunikasi, tapi Amri-nya sendiri nggak mengakui. Jadi ya udah, dengan bukti-bukti yang ada Cita maju," tutup penyanyi lagu Sakitnya Tuh di Sini itu.
Detikcom sudah menghubungi nomor ponsel Amrullah Amri Tausikal namun tidak aktif.
(ear/van)











































