"Kalau Jawa Barat saya lagi survei, kalau hasil surveinya memungkinkan kenapa tidak? Tapi kalau hasilnya juga kurang maksimal tidak usah dipaksakan. Survei umum saja karena politik hari ini politik ilmiah ya, bagaimana persepsi masyarakat bisa dibaca dengan jelas dengan terkalkulasi, nggak bisa hanya modal kepengin terus selesai mengikuti prosedur politik, nggak bisa juga seperti itu," kata Emil kepada wartawan usai mengikuti perhelatan 12th World Islamic Economic Forum (WIEF) di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Rencananya keputusan maju tidaknya Emil akan diambil akhir tahun ini. Pilkada Jabar sendiri baru digelar tahun 2018, bersamaan dengan berakhirnya kepemimpinannya sebagai wali kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk saat ini Emil memilih fokus di Bandung. Karena itu ia membatalkan niat maju Pilgub DKI Jakarta.
"Kalau saya satu periode belum selesai, jadi pertimbangannya saya ingin memperlihatkan bahwa politik tidak semata-mata selalu merebut kekuasaan di mana ada peluang," kata Emil.
(van/nrl)











































