Lion Air: On Time Performance Sejak Mei 2016 Naik Jadi 80%

Lion Air: On Time Performance Sejak Mei 2016 Naik Jadi 80%

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Selasa, 02 Agu 2016 15:23 WIB
Lion Air: On Time Performance Sejak Mei 2016 Naik Jadi 80%
Foto: ilustrasi oleh Bagus S Nugroho
Jakarta - Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menyebutkan on time performance (OTP) atau ketepatan waktu penerbangan Lion Air telah menyentuh angka 80 persen.

"Sebenarnya kami sudah lakukan dan itu sudah memberikan hasil dari bulan Mei, dari bulan Mei sampai lebaran kita rata- rata on time performancenya sudah sampai 80 persen, sebelumnya sudah 73 persen," kata Edward yang juga menjabat Direktur Umum Lion Air di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (2/8/2016).

Edward menyampaikan hal itu usai memenuhi panggilan Kemenhub atas peristiwa delay parah yang terjadi hari Minggu kemarin. Dikatakan Edward, persoalan delay adalah persoalan yang menyangkut banyak faktor. Ada faktor-faktor yang bisa diprediksi dan tidak, namun ia menegaskan Lion Air sudah melakukan perbaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada salah satu yang mungkin kami katakan itu kayak katakanlah contohnya penumpangnya tidak check in sesuai waktunya atau kalau yang uncountable itu cuaca," jelasnya.

"Kami siasati contohnya dengan memperpanjang waktu grounding time. Itu sudah kami perbaiki," imbuhnya.

OTP Lion Air yang dirilis Kemenhub pada semester II 2015 yang diumumkan pada Februari 2016 lalu adalah 70,06%.

Seperti diberitakan, hari ini Lion Air kembali dipanggil oleh pihak Kemenhub atas kejadian delay parah. Salah satu faktor penyebab delay disebutkan adalah overlay (pelapisan ulang aspal) runway Bandara Juanda. Hasilnya, Kemenhub menginstruksikan PT Angkasa Pura (AP) I memperpanjang waktu operasional Bandara Juanda Surabaya yang tadinya pukul 22.00 WIB menjadi pukul 24.00 WIB.

Ditanya mengenai kemungkinan sanksi pada Lion Air, Kemenhub mengatakan masih melakukan evaluasi.

"Kalau memberikan sanksi kan tidak serta merta. Kita harus melihat apakah ada kontribusi dari sarana, dari sistem, dari SDM di luar atau yang terkait dengan masalah penerbangan. Memang yang terjadi airline-nya delay, tapi delay itu kan banyak sekali penyebabnya," kata Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo saat kemungkinan sanksi pada Lion Air yang delaynya parah untuk kesekian kali.

Hal itu disampaikan Hemi dalam jumpa pers di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016). Hadir pula dalam jumpa pers itu Presdir Lion Air Group Edward Sirait. Edward, mewakili Lion Air, menghadap Menhub Budi Karya untuk menjelaskan perihal delay massal Lion Air pada Minggu malam.

"Apakah tak ada sanksi tegas? Bukan tidak ada, beberapa kali sudah sering (diberi sanksi) juga. Ditjen Perhubungan Udara dulu tidak ter-blow up baru sekarang-sekarang. Dan terkait rekomendasi atau hal-hal yang perlu dilakukan Lion sebelum ini tetap berjalan, dan Lion pun sudah Pak Edo (Presdir Lion Group Edward Sirait) jelaskan, Pak Edo katakan di hadapan Pak Menteri perbaikan yang dilakukan masih kurang, akan ditingkatkan lagi," jelas Hemi.

(wsn/nwk)


Berita Terkait