Ribuan Bonek Tunggu Menpora di Stadion Tugu di Koja

Ribuan Bonek Tunggu Menpora di Stadion Tugu di Koja

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Selasa, 02 Agu 2016 14:42 WIB
Ribuan Bonek Tunggu Menpora di Stadion Tugu di Koja
Bonek Tunggu Menpora di Stadion Koja (Foto: Ahmad Ziaul Fitrahudin/detikcom)
Jakarta - Ribuan pendukung Persebaya Surabaya yang biasa disebut Bonek saat ini telah berkumpul di Stadion Tugu, Koja, Jakarta Utara. Mereka menunggu kedatangan Menpora Imam Nahrawi untuk menyampaikan aspirasi agar Persebaya bisa ikut kompetisi tahun depan.

Koordinator Bonek Andi Peci mengatakan, Menpora akan datang ke Stadion Tugu pukul 14.00 WIB, Selasa (2/8/2016). Namun hingga pukul 14.25 Menpora belum juga datang.

"Menpora janji akan datang ke sini," ujar Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa Bonek datang dari Surabaya sejak Senin (1/8/2016) malam terbagi dalam 3 gelombang. Namun ada juga Bonek yang datang dari Jabodetabek dan Indramayu. Ratusan polisi berjaga-jaga menyebar di area stadion.

Saat ini, Bonek sedang mengantre makanan yang disediakan panitia. Mereka lalu makan di tribun.
Bonek Antre Makanan (Zia/detikcom)

Sebelumnya, massa Bonek hendak berunjuk rasa ke kantor Kemenpora, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan. Tapi keinginan itu batal karena saat ini sedang ada KTT negara-negara Islam dunia yang digelar di Gedung JCC sehingga pengamanan Senayan diperketat.

Bonek mendesak Kemenpora untuk merekomendasikan Persebaya ikut kompetisi musim depan. Jika tidak maka mereka akan bertahan di Jakarta.

"Kalau sampai Menpora nggak datang kita akan jalan kaki ke Menpora," ujar Mahmud, salah seorang bonek.

Bonek datang ke Jakarta untuk menuntut eksistensi Persebaya Surabaya diakui oleh federasi dan pemerintah. Itu terkait keputusan Pengadilan Negeri Surabaya yang memenangkan PT Persebaya Indonesia atas PT Mitra Muda Inti Berlian dalam kasus perselisihan nama, logo dan merek Persebaya. Massa Bonek juga bermaksud beraksi di Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar Rabu besok di Ancol. Massa berjanji akan beraksi damai, tidak anarkis. (nwy/nrl)


Berita Terkait