Cegah Siswa Naik Motor, Bupati Dedi Siapkan Kendaraan Khusus di Desa

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 02 Agu 2016 14:46 WIB
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memberikan sambutan dalam program anak asuh untuk siswa baru, Selasa 19 Juli 2016 (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Keberadaan Perbup dan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Purwakarta yang melarang siswa membawa kendaraan ke sekolah dinilai bagi sebagian orang sebagai langkah inovatif sebagai langkah jangka pendek agar anak-anak terhindar sebagai korban atau pelaku dari kecelakaan dan tindak kriminalitas.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengungkapkan, sebagai solusi jangka panjang saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kendaraan khusus bagi pelajar yang berada di pedesaan.

"Kendaraan sudah siap tinggal kita launching," jelas Dedi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/8/2016).

Dedi mengungkapkan saat ini pihaknya belum bisa me-launching kendaraan khusus pelajar tersebut lantaran masih menunggu sejumlah pekerjaan infrastruktur beres.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Dedi itu, salah satu bahan pertimbangan adalah saat ini masih ada jalan yang dalam tahap pengerjaan mulai dari perbaikan hingga pelebaran.

"Nanti kalau sudah siap semua baru bisa launching. Kalau kendaraan siap tapi infrastruktur dan program kurang siap, nanti malah ada kendala lagi," tuturnya.

Sementara ini, kata Dia, siswa diharapkan bisa memanfaatkan transportasi umum sebagai sarana untuk pergi ke sekolah. Pasalnya sejauh ini angkot di Kabupaten Purwakarta dirasa cukup dan menjangkau sekolah-sekolah yang ada.

"Kalau perlu nanti kita buat program subsidi angkuta khusus anak sekolah," katanya.

Baca juga: Siswa SMK Pengendara Motor Sport Tabrak Rombongan Bocah SD, Satu Tewas

Lebih lanjut Dedi berharap dengan adanya sanksi tegas mulai dari tidak naik kelas hingga dikeluarkan dari sekolah bisa membuat siswa tertib dengan tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

Dia berharap para orang tua pun bisa berperan aktif tidak memfasilitasi anaknya kendaraan bermotor, terlebih jika sang anak masih di bawah umur. Sehingga anak ke sekolah tetap menggunakan angkutan umum atau diantar langsung orang tua.

"Di Purwakarta itu sekolah masuk jam enam pagi. Jadi masih ada waktu untuk orang tua mengantar anaknya ke sekolah, kan masuk kerja jam tujuh atau jam delapan. Jadi tidak mungkin terlambat," tukas Dedi.

Bagaimana dengan daerah Anda? Adakah kebijakan khusus agar anak di bawah umur tidak mengemudikan motor? (trw/trw)