Penyelidikan Polisi: Truk yang Tewaskan 10 Orang di Cianjur Alami Rem Blong

Penyelidikan Polisi: Truk yang Tewaskan 10 Orang di Cianjur Alami Rem Blong

Masnurdiansyah - detikNews
Selasa, 02 Agu 2016 13:52 WIB
Penyelidikan Polisi: Truk yang Tewaskan 10 Orang di Cianjur Alami Rem Blong
Kecelakaan truk di Cianjur, Sabtu 30 Juli 2016 (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Bandung - Kecelakaan beruntun di Kabupaten Cianjur pada Sabtu (30/7) mengakibatkan 10 orang meninggal dunia. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat memastikan kecelakaan maut tersebut disebabkan oleh faktor rem blong pada truk tersebut.

"Jadi kita pastikan penyebab utama dari kecelakaan tersebut karena rem blong," ujar Dir Lantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Sugihardi didampingi oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di Aula Mapolda Jabar, Selasa (2/8/2016).

Sugihardi menjelaskan, truk dikemudikan Asep Suhandi dan kernet, Suryadi. Truk bernopol D 9478 GDA itu melaju di jalan raya Warungkondang - Sukabumi, Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Cianjur sekitar pukul 09.15 WIB. Asep dan Suryadi sempat berteriak memberitahu pengguna jalan yang ada di sekitar area kejadian karena rem tidak berfungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pengemudi berteriak rem blong, kemudian sopir membanting kemudinya ke lajur berlawanan sehingga menabrak angkot berisi empat orang, lalu menabrak empat motor, dan 3 pejalan kaki serta menabrak bengkel dan depot air," jelasnya.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Sugihardi dan Kabid Humas Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan soal kecelakaan maut di Cianjur pada Sabtu, 30 Juli lalu (Foto: Masnurdiansyah/detikcom)

Ia menilai seharusnya sopir dan kernet truk tersebut memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan. Hasil uji kelayakan, truk tersebut sudah lulus dari uji kir. Berdasarkan pemeriksaan pihak Dit Lantas Polda Jabar dan Korlantas Mabes Polri, kendaraan tersebut memiliki buku uji kir dan masih berlaku hingga bulan September 2016.

"Kalau kita lihat dari truk ini masih ada buku kir-nya ada salinannya dari Dishub yang kita pegang saat ini, karena masih berlaku sampai 1 September 2016," terangnya.

Ia menyebut total korban dalam kecelakaan nahas tersebut secara keseluruhan berjumlah 18 orang.

"10 orang meninggal dunia diantaranya empat orang di tempat kejadian dan enam orang di rumah sakit, lalu tiga orang mengalami luka ringa dan lima orang mengalami luka berat," kata Sugihardi.

Polisi masih menyelidiki faktor lainnya yang mengakibatkan kecelakaan maut tersebut. "Pemeriksaan masih didalami, terkait juga dengan masalah pemeliharaan dari pihak perusahaan terhadap kendaraan tersebut kenapa sampai rem tidak berfungsi tapi tetap digunakan," tandasnya. (bbn/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads