Gebrakan Risma: Di Jakarta Masih Banyak, Pengemis Sudah Lenyap dari Surabaya

Panasnya Pilgub DKI

Gebrakan Risma: Di Jakarta Masih Banyak, Pengemis Sudah Lenyap dari Surabaya

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 02 Agu 2016 13:19 WIB
Gebrakan Risma: Di Jakarta Masih Banyak, Pengemis Sudah Lenyap dari Surabaya
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan banyak perubahan di Surabaya, termasuk menyelesaikan masalah sosial di Surabaya. Pengemis, pengamen dan gelandangan yang masih banyak ditemui di Jakarta tak dijumpai lagi di Surabaya.

Sejak menjadi Wali Kota Surabaya tahun 2010 silam, Tri Rismaharini bekerja keras tanpa mengenal waktu untuk membuat Kota Pahlawan menjadi lebih nyaman dan bersih. Salah satunya, membersihkan gelandangan, pengemis maupun pengamen di tiap tiap traffic light.

Masalah sosial yang dihadapi Surabaya juga terjadi di kota lainnya. Untuk mengatasinya, Risma sapaan akrab mempunyai cara tersendiri, seperti apa caranya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menegakkan dan mensosialisasikan Perda Kota Surabaya No 2 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, razia, hingga penataan tempat penampungan. Warga juga diedukasi agar tidak memberikan uang ke pengemis atau gelandangan.

Untuk menangani hal tersebut, Risma meminta pada Satpol PP Surabaya membuat tim khusus yang bertugas mengintai keberadaan gelandangan, pengamen, pengemis, dan orang gila kemudian mengamankannya.

Tim khusus itu ada dua yakni, Tim Kaypang yang bertugas khusus melakukan pengintaian terhadap gelandangan, pengamen, pengemis, dan orang gila. Kedua, tim Becak Air yang bertugas melakukan patroli menyusuri Sungai Kalimas dengan perahu karet untuk mengantisipasi masalah gelandangan yang ada di kolong jembatan.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengatakan penanganan PMKS di Surabaya lebih mengedepankan tindakan represif non yudisial dan humanis. "Misal kita mengamankan pengamen anak. Bukan kita tangkap lalu kita bawa ke Liponsos. Tapi kita lakukan kerja sama dengan Dinas Sosial dan Bappenas, jika tidak sekolah kemudian dibiarkan. Tapi bagaimana membuat mereka sekolah kembali," kata Irvan.

Ia kembali mencontohkan, jika menemukan pengemis dengan umur produktif. "Penanganannya sama seperti anak yang tidak sekolah tadi. Yang terpenting, harus warga Kota Surabaya," imbuh pejabat yang pernah menjabat Kabag Pemerintahan Kota Surabaya dan Camat Rungkut ini.

Sementara Kepala Dinas Sosial Supomo mengungkapkan gelandangan, pengemis dan pengamen yang tertangkap, tak cuma ditampung, tapi juga dididik.

"Mereka ditempatkan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya dan ditangani perawat profesional sehingga mentalnya bisa disembuhkan," ujar Supomo.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads