Ditjen PAS Selidiki Kabar Pencopotan CCTV di Sel Freddy Budiman

Ditjen PAS Selidiki Kabar Pencopotan CCTV di Sel Freddy Budiman

Bisma Alief - detikNews
Selasa, 02 Agu 2016 12:29 WIB
Ditjen PAS Selidiki Kabar Pencopotan CCTV di Sel Freddy Budiman
Foto: Arbi Anugrah
Jakarta - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Dusak telah meminta klarifikasi eks Kalapas Batu Nusakambangan Liberty Sitinjak tentang adanya permintaan untuk mencopot CCTV pengawas di sel Freddy Budiman. Dia mengatakan Sitinjak mengakui hal itu.

"Untuk Pak Sitinjak, kami sudah lakukan klarifikasi dengan yang bersangkutan. Kemarin di media juga memang konon katanya (yang meminta mencopot) dari BNN, tapi tidak ketemu sama dia (Sitinjak). BNN siapa, Anda juga bisa mengaku-ngaku BNN, kan bisa saja seperti itu," ujar Dusak di Graha Pengayoman Kemenkumham, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (2/8/2016).

"Kalau secara lisannya dia mengatakan tidak ketemu sama orang BNN itu. Pernah ada Pak, tapi saya tidak ada di tempat cuma itu," kata Dusak saat menirukan ucapan Sitinjak.

Dusak mengaku telah membentuk tim untuk menindaklanjuti pernyataan yang dikeluarkan oleh Koordinator Kontras Haris Azhar. Tim tersebut bekerja untuk menelusuri kebenaran pernyataan yang dikeluarkan oleh Sitinjak terkait adanya oknum BNN yang meminta CCTV di sel Freddy Budiman dicopot.

"Kalau misalnya pernyataan Kalapas saat itu (Sitinjak), nanti dia yang mempertanggungjawabkan kalau memang ada. Yang saya tahu seperti itu. Secara resminya, tim saya sedang berjalan. Saya tidak bisa memberikan kesimpulan. Tapi semuanya kita tindak lanjuti," lanjut Dusak.

Saat ditanya apakah nantinya hasil penyelidikan tersebut akan diserahkan kepada kepolisian, Dusak menjawab bahwa pihaknya tidak ada kewajiban seperti itu. Penyelidikan yang dilakukan olehnya hanya sebagai bentuk tanggung jawab kepada institusi yang dipimpinnya.

"Kita tidak ada kewajiban menyerahkan (kepada Polri). Saya begitu karena nama saya disebut institusi disebut, saya harus bergerak, suatu saat dibutuhkan data itu saya sudah siap. Bukan kewajiban saya untuk menyerahkan ke polisi," ujar Dusak.

Sitinjak sebelumnya disebutkan Haris pernah mendapatkan tekanan dari oknum BNN agar mencopot CCTV yang berfungsi untuk mengawasi Freddy Budiman. Haris mendapatkan cerita itu secara lisan dari Freddy Budiman pada tahun 2014. Namun Haris tidak merekam pengakuan itu karena sebagai tamu Lapas dia dilarang membawa alat komunikasi.

Saat dikonfirmasi soal pengakuan Freddy, Sitinjak menegaskan selama berdinas di LP Nusakambangan dia tidak pernah mencopot CCTV yang mengawasi Freddy. (aan/nrl)


Berita Terkait