Anies sendiri memang mengaku tak memikirkan perpolitikan untuk sementara ini. Anies tak punya ambisi politik apapun saat ini.
"Saya tidak sedang memikirkan yang seperti itu. Semua nanti dijalani satu per satu," jawab Anies saat ditanya soal dorongan dirinya maju Pilgub DKI, di sela-sela menghadiri resepsi pernikahan putra Wali Kota Surakarta di Taman Budaya Solo, Senin (1/8/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Menghapus Perploncoan
Selama menjabat Mendikbud, Anies Baswedan melarang praktik perploncoan dalam kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS). Bila ditemukan ada aktivitas perploncoan maka kepala sekolah harus bertanggung jawab.
"Kepala sekolah harus bertanggung jawab. Bila kami temukan (perploncoan) maka kepala sekolah akan diberikan sanksi rotasi hingga pemberhentian sebagaimana sesuai peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 yang harus dilaksanakan," ujar Anies saat meninjau Hari Pertama Sekolah di SDN Paledang, Kota Bogor, Senin (18/7/2016) lalu.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, telah dibentuk tim pengawasan. "Tapi kami juga minta supaya masyarakat untuk mengawasi. Mari kita awasi sama-sama. Dan mari kita pastikan untuk antar anak kita ke sekolah untuk aman dan nyaman menempuh pendidikan bukan jadi subjek permainan atau kekerasan dan mari kita jalankan sama-sama," imbaunya.
2. Program antar anak pada hari pertama ke sekolah
Anies juga mencanangkan program orang tua mengantar anak di hari pertama ke sekolah. Anies ingin mengharmoniskan hubungan antara orang tua, anak/murid, dengan guru dan kepala sekolah. Program ini cukup berhasil, Anies pun mengucapkan terimakasih kepada orang tua yang sudah peduli dengan programnya itu.
"Atas nama pemerintah saya sampaikan selamat datang dan apresiasi bapak ibu sudah antar anak sekolah sendiri sebagai wujud kepedulian pendidikan," kata Anies di sela tinjauan di SDN Polisi 1, Jalan Paledang, Kota Bogor, Senin (18/7/2016).
"Ini bukan hanya mengantar sampai gerbang tetapi bertemu dengan gurunya. Gurunya juga bertemu dengan orang tua siswanya. Pendidikan itu bapak ibu semua kolaborasi antara pendidik di rumah namanya orang tua dan pendidik disekolah namanya guru. Oleh karena itu kita mulai jalin komunikasi," tambah Anies.
3. Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Tuntas Mei 2016
Pengiriman dan pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2016 ini selesai 100 persen pada akhir Mei 2016. Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi program unggulan Presiden Jokowi bagi anak usia sekolah untuk memberikan manfaat pendidikan secara optimal. Sasaran penerima KIP adalah setiap anak usia sekolah (6-21 tahun) baik yang telah bersekolah maupun yang belum terdaftar di sekolah.
Pencetakan dan pengiriman KIP telah dilakukan secara bertahap ke seluruh Indonesia mulai awal tahun 2016. Di tahun 2016, target penerima dana KIP terus diperluas dengan menyasar anak usia sekolah (6-21 tahun) yang belum bersekolah. Supaya menyasar target yang tepat, KIP 2016 menggunakan data terbaru dari Basis Data Terpadu (BDT) yang diterima bertahap dari TNP2K mulai 10 Februari hingga 1 Maret 2016. Pencetakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mulai dilakukan setelah data dari TNP2K melalui proses filter dan sinkronisasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kemdikbud.
Di tahun 2016, ditargetkan sebanyak 17.927.758 penerima KIP. Dengan kapasitas cetak 500 ribu per hari, per 20 April 2016, KIP sudah tercetak sebanyak 9.987.366 dan sebagian telah dikirimkan ke daerah.
Bersamaan dengan proses percetakan dan pengiriman KIP, Kemdikbud juga sedang menyiapkan proses SK untuk penerima dana KIP 2016 yang difokuskan ke siswa tingkat akhir agar masih bisa menerima dana KIP sebelum tahun ajaran berakhir. Diharapkan pada akhir April 2016, siswa tingkat akhir dapat menerima dana KIP dan menggunakannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Setelah itu di tahun ajaran baru, semua siswa yang masuk kategori penerima KIP sudah bisa mencairkan dana KIP 2016.
Pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2015 dengan penyaluran dana KIP telah mencapai 100% pada akhir tahun 2015 dengan target penerima manfaat dana KIP sebanyak 19 juta siswa.
Terhitung per tanggal 17 April 2016 sebanyak 13.625.936 siswa sudah mencairkan dana KIP tahun 2015 dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk mengakomodasi siswa yang belum mencairkan dana di tahun 2015, tenggat waktu pencairan diperpanjang sampai Juni 2016. Dalam rangka meningkatkan pencairan, Kemdikbud mengajak bank penyalur, yaitu BNI dan BRI, serta pemerintah daerah untuk mengadakan kegiatan pencairan bersama manfaat PIP hingga 31 Mei 2016.
4. Tak Jadi Syarat Kelulusan, Nilai Rata-rata UN SMA 2015 Naik 0,3 Poin
Tahun ini nilai rata-rata UN nasional meningkat 0,3 poin dari tahun sebelumnya. Hal ini dimaknai bahwa kecurigaan nilai UN akan rendah karena tak menjadi acuan kelulusan siswa bisa dipatahkan.
"Tahun ini nilai rata-rata UN 61,29 meningkat 0,3 poin dari tahun sebelumnya,"kata Anies Baswedan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (15/5/2015) lalu.
Nilai rata-rata UN SMA tahun 2014 adalah 61,00. Ia mengatakan dengan meningkatnya angka ini dapat mematahkan kecurigaan sejumlah kalangan tentang kemungkinan nilai UN tahun ini lebih rendah karena tak menjadi acuan kelulusan siswa.
"Kekhawatiran bahwa UN tidak diperhatikan karena bukan syarat kelulusan, sekarang tidak terbukti. Hasil tahun ini lebih baik dari tahun lalu," sambungnya.
Tahun ini sebanyak 1,661 juta siswa dari 19.215 SMA/MA mengikuti UN. Untuk sekolah negeri, ada kenaikan nilai rata-rata UN dari tahun lalu sebesar 1,14 poin sedangkan untuk swasta menurun sebesar 1,29 poin. Sementara itu, penilaian SMK diserahkan pada sekolah masing-masing.
5. Indeks Integritas Ujian Nasional Meningkat
Kemendikbud di bawah kepemimpinan Anies Baswedan fokus pada peningkatan integritas UAN. Dengan sosialisasi dan kontrol yang ketat hasilnya indeks integritas Ujian Nasional untuk SMP/MTS, dan SMA meningkat. Bagi Anies ini adalah nilai positif meningkatnya nilai kejujuran siswa.
"Dengan semakin jujurnya UN, maka diharapkan hasil UN dapat makin tepat memetakan capaian pendidikan sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mengoptimalkan pembinaan sekolah secara lebih baik," ujar Anies di di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (10/6/2016) lalu. (van/trw)











































